Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren, Rawon Jadi Sup Terenak di Dunia versi Taste Atlas, Ramen Lewat!

📅 Sabtu, 05 Agu 2023, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren, Rawon Jadi Sup Terenak di Dunia versi Taste Atlas, Ramen Lewat! Doc: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Ket. Pramusaji menyajikan rawon kepada pengunjung di NK Cafe, Malang, Jawa Timur, Sabtu (5/8/2023). Ensiklopedia daring tentang makanan TasteAtlas menempatkan makanan khas Jawa Timur rawon di posisi tiga teratas sup paling enak sedunia.

JAKARTA - Rawon, hidangan sup daging khas Jawa Timur dinobatkan sebagai sup terenak di dunia menurut daftar peringkat "10 Best Rated Soups in the World" yang dirilis Taste Atlas pada Senin (31/7).

Selain rawon, daftar peringkat "10 Best Rated Fried Chicken Dishes in the World" dari Taste Atlas, terbit di hari yang sama, menobatkan ayam goreng asal Indonesia sebagai hidangan ayam goreng terenak di dunia.

Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Kreativitas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)Restog Krisna Kusuma menyampaikan bahwa kuliner khas Indonesia harus lebih dikenalkan ke luar negeri.

Dia mengatakan, Indonesia memiliki beragam jenis kuliner yang populer seperti ayam goreng, rawon, sate, dan nasi goreng. Karena itu, promosi kuliner Indonesia secara global harus digalakkan agar tidak kalah bersaing dengan kuliner luar negeri.

"Kita harus tahu kekuatan kita apa dan bagaimana cara mengembangkannya karena kita punya konten yang bagus baik itu konten seni maupun konten kuliner tapi kalau kita tidak bisa nge-pushitu sampai seluruh dunia ya kita kalah," kata Krisna saat ditemui saat acara Pembukaan Erlangga Art Awards 2023 di Museum Nasional, Jakarta Pusat pada Kamis (3/8).

Selain ragam makanan, kata Krisna, biji kopi dari Indonesia juga dikenal memiliki kualitas terbaik di dunia dan banyak digunakan oleh pembuat kopi mancanegara.

"Di seluruh duniabean(biji kopi) terbaik itu di Indonesia, tapi ketika kita datang ke Amerika misalnya ke Starbucks Seattle mereka nggak ngerti Sumatera itu apa, padahal kopi Sumatera, kopi Manggarai, dan kopi Gayo itu dipakai di seluruh dunia," ujar Krisna.

Sebab itu dia menegaskan perlu upaya meningkatkan pengenalan keragaman kuliner dalam negeri kepada masyarakat dunia agar Indonesia beserta produk-produk kulinernya dapat dikenal secara global.

Sebagai bentuk strategi Kemenparekraf dalam mempromosikan kuliner Indonesia ke kancah global, Krisna menjelaskan terdapat program Indonesia Spice Up the World.

Indonesia Spice Up the World adalah program yang dicanangkan sebagai salah satu upaya memperkenalkan sekaligus meningkatkan penjualan produk bumbu atau pangan olahan rempah Indonesia secara global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.