Program Substitusi Bahan Baku Impor Sentuh 38 Industri Farmasi di Indonesia
Selasa, 01 Agu 2023, 00:04 WIBJAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan program change source atau pergantian sumber bahan baku impor dengan bahan baku obat produksi dalam negeri telah menyentuh 38 industri farmasi di Indonesia.
"Change source merupakan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dan menjadi milestone dalam mewujudkan ketahanan sektor kefarmasian di Tanah Air, dengan tetap memperhatikan pemenuhan syarat produk yang aman, bermutu, dan berkhasiat," ujar Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Rizka Andalucia, di Jakarta, Senin (31/7).
Seperti dikutip dari Antara, program yang diluncurkan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, pada 2 Juni 2022 itu mengganti delapan dari sepuluh bahan baku obat yang paling banyak digunakan di Indonesia berupa Parasetamol, Omeprazol, Atorvastatin, Clopidogrel, Amlodipin, Candesartan, Bisoprolol, dan Azitromisin.
Rizka mengatakan program tersebut ditujukan untuk meningkatkan penggunaan bahan baku obat produksi dalam negeri, menurunkan angka impor bahan baku obat, dan meningkatkan jumlah produk obat dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 52 persen untuk pengadaan barang maupun jasa pemerintah.
Upaya Komprehensif
Kemenkes melaksanakan upaya komprehensif bersama industri bahan baku obat nasional dan industri farmasi nasional untuk mencapai kemandirian dan mewujudkan ketahanan penyediaan farmasi dan alat kesehatan.
Berdasarkan laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, saat ini di Indonesia terdapat 217 industri farmasi, 18 industri bahan aktif obat, dan 1.077 sarana produksi obat tradisional.
Untuk mendorong penggunaan bahan baku obat produksi dalam negeri tersebut, kata Rizka, pemerintah memfasilitasi change source yang diterapkan di 38 industri farmasi untuk lima bahan baku obat dalam negeri, yakni Clopidogrel, Atorvastatin, Amlodipine, Candesartan, dan Bisoprolol.
Dalam keterangannya, Manajer Pengembangan Bisnis PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia, Dimas Ranggaditya, mengatakan peningkatan penggunaan utilisasi oleh industri farmasi melalui program change source memberikan dampak harga obat yang terjangkau oleh konsumen.
"Kami selaku produsen bahan baku obat dalam negeri sangat mengapresiasi program change source ini. Program ini merupakan terobosan atau inovasi insentif dan merupakan program pemerintah yang sangat efektif dalam rangka mewujudkan kemandirian farmasi dalam negeri," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Gerakan Literasi Perkuat Aktivitas Anak Tanpa Ketergantungan Gawai
-
Energi Biru Dipacu, NTB Percepat Pembangunan PLTAL Selat Alas
-
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Bakal Bangun Pasar Induk Modern
-
UMKM Terbantu Bazar Lebaran Betawi
-
Mentoring Class KASI PANDU PPI Dunia 2026 Sukses Berjalan, Jembatani Pelajar Indonesia dengan Mentor Nasional dan Global
-
Kesadaran Warga untuk Hidup Sehat Makin Tinggi
-
Harkitnas 2026: Jakarta Siap Terapkan Batasan Usia Bawah 16 Tahun Main Medsos
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.