Mahasiswa UNY Melatih Warga Kwayuhan Membuat Piscok Lumer

Kamis, 27 Jul 2023, 16:48 WIB

YOGYAKARTA - Dalam rangka memberdayakan karang taruna Wira Bhakti di Dusun Kwayuhan, Desa Sendangrejo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, mahasiswa PPG Prajabatan UNY menggelar pelatihan pembuatan pisang cokelat (piscok) lumer.

Menurut siaran persnya, mereka adalah Andika Roy Rahmawan, Frida Riyandari, Dina Istiana, Riyan Heriyana, Crisna Dewi dan Dwi Prayitno Dewi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka implementasi mata kuliah Proyek Kepemimpinan dalam PPG Prajabatan.

Ket. Foto: Memberdayakan karang taruna Wira Bhakti di Dusun Kwayuhan, Desa Sendangrejo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman. — Sumber: Istimewa

Menurut Andika Roy Rahmawan, kegiatan ini dilakukan untuk melatih keterampilan semua anggota kelompok agar lebih memahami bagaimana proses pembuatan produk pisang cokelat lumer sebelum dimulainya pelatihan kewirausahaan.

"Tujuan pelatihan di antaranya mengenalkan wirausaha pada masyarakat dan memberikan pandangan produk apa yang laku dibisniskan," kata Roy, Kamis (27/7).

Selain itu masyarakat juga tahu dan dapat membuat pisang coklat lumer untuk dikonsumsi sendiri.

Frida Riyandari memaparkan bahan-bahan yang diperlukan adalah pisang 1 sisir, kulit lumpia 4 bungkus, cokelat pasta, keju, toping, minyak goreng, tepung terigu dan air. "Alat yang dibutuhkan yaitu wajan, kompor, gas, serok, sothil, mika, paper snack dan steples," katanya.

Cara pembuatannya kupas pisang dan potong menjadi 4 bagian. Tempatkan 1 potong pisang pada 1 lembar kulit lumpia lalu bubuhi dengan cokelat. Lipat berbentuk kotak, sisi sisinya direkatkan dengan terigu yang dicairkan, kemudian goreng sampai matang, tiriskan dan sajikan dengan toping.

Dari uji ketahanan yang dilakukan, diungkapkan Dina Istiana bahwa produk ini akan lebih baik disimpan pada lemari pendingin biasa. Jika disimpan pada suhu ruang tahan sampai 24 jam. Uji coba pemasaran yang dilakukan, menurutnya mendapat respon cukup baik. Pisang cokelat lumer ini ditawarkan pada beberapa penjual sayur keliling, angkringan, dan penjual jajanan pasar dilingkungan sekitar.

Salah seorang peserta pelatihan, Annisa mengatakan produknya mudah dibuat dengan bahan yang mudah dicari, dan tidak terlalu susah untuk membuatnya.

Sedangkan Andri memberi masukan agar ke depan kalau bisa lebih sering mengadakan pelatihan seperti ini dan juga coba buat varian rasa yang lain.

"Pelatihan ini menambah ilmu usaha yang bermanfaat, membuat saya cukup tertarik untuk membuka usaha karena bahan-bahannya mudah didapat dan terjangkau," ujar Andri.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

Berita Terbaru

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.