Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Monyet Lepas, Sidang Kasus Penyelundupan Satwa di Pakistan Kacau Balau

📅 Sabtu, 22 Jul 2023, 15:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Monyet Lepas, Sidang Kasus Penyelundupan Satwa di Pakistan Kacau Balau Doc: AFP/FAROOQ NAEEM
Ket. Monyet sering dilatih dan dieksploitasi untuk menghibur penduduk di jalanan di Pakistan.

KARACHI - Seekor bayi monyet menimbulkan kekacauan di pengadilan Pakistan setelah lepas dan kabur dari penjagaan. Bayi monyet itu dihadirkan di pengadilan sebagai "barang bukti" dalam kasus penyelundupan satwa liar.

Dua pria dicegat di luar Karachi pada Kamis (20/7) saat mencoba menyelundupkan 14 bayi monyet di dalam peti yang biasanya digunakan untuk mengangkut mangga.

Tetapi ketika dibawa ke pengadilan pada Jumat (21/7), salah satu monyet melarikan diri, menyebabkan kekacauan ketika staf mencoba membujuknya untuk turun dari pohon.

"Monyet-monyet itu disimpan di dalam kotak dalam kondisi buruk... mereka hampir tidak bisa bernapas," kata Javed Mahar, kepala Departemen Margasatwa Sindh.

Perdagangan atau pemeliharaan hewan liar adalah hal ilegal di Pakistan. Namun undang-undang diabaikan dan ada pasar hewan eksotis yang ramai pembeli.

Monyet sering dipelihara oleh penghibur jalanan untuk menarik pelanggan. Dalam beberapa kasus dilatih oleh penjahat untuk mencuri.

Para penyelundup masing-masing didenda 100.000 rupee (sekitar 350 dolar AS) pada Jumat. Pengadilan memerintahkan monyet-monyet itu diserahkan ke Kebun Binatang Karachi, langkah yang dikritik oleh petugas perlindungan satwa liar.

"Monyet seharusnya dikembalikan ke habitat aslinya dari tempat mereka ditangkap," kata Mahar.

Kebun binatang Pakistan terkenal karena fasilitasnya yang buruk dan para aktivis menuduh mereka mengabaikan kesejahteraan hewan.

Pada 2020, pengadilan memerintahkan satu-satunya kebun binatang di ibu kota negara itu ditutup karena kondisinya yang sudah tua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.