Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ARF Sampaikan Keprihatinan Indo-Pasifik terhadap Korea Utara

📅 Rabu, 19 Jul 2023, 08:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
ARF Sampaikan Keprihatinan Indo-Pasifik terhadap Korea Utara Doc: ANTARA/KCNA via REUTERS
Ket. Sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-15 diluncurkan di Bandara Internasional Pyongyang, di Pyongyang, Korea Utara (18/2/2023), dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korut.

SEOUL - Pernyataan terbaru Forum Kawasan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ARF) yang mengungkapkan kekhawatiran aliansi kawasan itu terhadap ancaman Korea Utara mencerminkan keprihatinan kawasan Indo-Pasifik yang terus meningkat terhadap program pengembangan nuklir dan rudal Korea Utara, kata Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada Selasa (18/7).

Dalam pernyataan ketua ARF yang disiarkan Senin (17/7), para menteri luar negeri Indo-Pasifik mengungkapkan keprihatinan atas ketegangan kawasan akibat ulah Korea Utara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan Lim Soo-suk menegaskan bahwa pernyataan ARF itu muncul setelah para menteri luar negeri ASEAN mengecam peluncuran rudal antarbenua yang dilakukan Korut pekan lalu.

"Para menteri ASEAN menyampaikan keprihatinan dan kekecewaan mendalam atas peluncuran rudal Korea Utara, mendesak Korea Utara mengambil langkah serius dalam mengurangi ketegangan," kata Lim.

Lim juga menyebut tiga pernyataan ASEAN yang melibatkan Korea Selatan dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN-Korsel, pertemuan para menlu ASEAN Plus Tiga dan Pertemuan Menlu ASEAN dengan Asia Timur, mengungkapkan kekhawatiran terhadap Korea Utara.

Lim juga menegaskan bahwa ASEAN tahun ini menyatakan dukungan kepada "prakarsa berani" pemerintahan Yoon Suk Yeol yang diusulkan kepada Korea Utara di mana tahun lalu ASEAN mengatakan menyambut baik langkah tersebut.

Lim mengatakan pemerintahan Yoon Suk Yeol menegaskan bahwa keempat pernyataan gabungan ASEAN dan para mitranya itu untuk pertama kalinya mencerminkan keprihatinan masyarakat internasional terhadap situasi di Korea Utara, termasuk isu tahanan dan korban penculikan yang ditahan di Korea Utara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.