Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Ungkap Penyebab Indonesia Tak Terdampak Gelombang Panas

📅 Selasa, 18 Jul 2023, 15:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Ungkap Penyebab Indonesia Tak Terdampak Gelombang Panas Doc: ANTARA/Devi Nindy
Ket. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati ditemui Kantor Pusat BMKG Jakarta, Selasa (18/7/2023).

JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menegaskan negara kepulauan seperti Indonesia tidak terdampak gelombang panas (heat wave), karena memiliki lautan yang luas.

Dwikorita mengatakan gelombang panas terjadi indikasi yang menurut Badan Meteorologi Dunia apabila selama lima hari berturut turut terjadi kenaikan suhu yang cukup signifikan.

BMKG menetapkan signifikan tersebut apabila suhu rata-rata harian atau suhu saat dinyatakan panas melampaui lima derajat, lebih tinggi daripada rata-rata suhu harian selama 30 tahun terakhir.

Misalnya jika suhu rata-rata menunjukkan 35 derajat Celcius. Namun dalam lima hari berturut-turut, suhunya mencapai 40 derajat, sudah dapat dikatakan mengalami gelombang panas.

Di negara kepulauan seperti Indonesia, hal tersebut belum pernah terjadi, karena lautnya lebih luas daripada benua. Sehingga negara-negara yang mengeluarkan peringatan dini gelombang panas adalah yang terletak di benua dengan daratan yang luas dan lautan yang lebih sempit, atau tidak memiliki laut sama sekali.

"Di situ potensi terbentuknya gelombang panas ini tinggi, tapi kalau di Indonesia kita banyak lautnya. Laut itu berperan sebagai radiator pendingin, jadi kalau ada kenaikan suhu ada cooler-nya, lautan itu," ujar Dwikorita, Selasa (18/7).

Sehingga menurut pengamatannya hingga saat ini dari data belum menunjukkan adanya indikasi Indonesia akan mengalami atau terdampak dari gelombang panas.

"Jadi aliran udara di negara-negara benua, menjadi tidak bisa selancar kalau ada di wilayah Indonesia, karena ada perbedaan laut dan daratan ada perbedaan tekanan, lalu sirkulasi udara atau angin. Kalau ada sirkulasi, suhu yang tinggi itu akan bisa secara gradual akan turun,'' ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.