Kamboja Tangkap Dua Anggota Oposisi

Senin, 17 Jul 2023, 02:55 WIB

PHNOM PENH - Dua anggota partai oposisi Kamboja telah ditangkap karena diduga menghasut pemilih untuk merusak surat suara. Hal itu dikatakan para pejabat Kamboja pada Sabtu (15/7), menjelang pemungutan suara nasional dimana Perdana Menteri Hun Sen yang telah lama menjabat, secara efektif mencalonkan diri tanpa lawan.

"Ly Ry dan Bun Kheit dari oposisi Partai Lilin ditangkap pada Jumat (14/7) lalu karena telah menghasut orang untuk menghancurkan surat suara," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja, Khieu Sopheak.

Ket. Foto: Hun Sen — Sumber: AFP/RUSSIAN FOREIGN MINISTRY

Pihak berwenang tidak memberikan rincian tentang tuduhan terhadap kedua orang itu, tetapi juru bicara itu mengatakan ada cukup bukti yang memberatkan mereka.

Kamboja akan menggelar pesta demokrasi pada 23 Juli, dengan Partai Rakyat Kamboja pimpinan Hun Sen, melenggang maju hampir tanpa lawan setelah Partai Cahaya Lilin, penantang utamanya, dilarang ikut serta dengan alasan masalah teknis.

Juru bicara Partai Cahaya Lilin, Kimsour Phirith, mengatakan dia tidak tahu kapan dua pejabat yang ditangkap mengeluarkan seruan untuk memprotes.

"Kami sedang memantau kasus ini," kata Kimsour Phirith kepadaAFP.

Amandemen undang-undang pemilihan baru-baru ini yang diperintahkan oleh Hun Sen, meminta agar melawan seruan boikot pemungutan suara oleh aktivis oposisi serta melarang siapa pun yang gagal memberikan suara dalam pemungutan suara yang akan datang, untuk mencalonkan diri dalam pemilihan mendatang.

Menghalangi proses pencoblosan atau mengimbau pemilih untuk merusak surat suara juga merupakan tindak pidana.

Hancurkan Penentang

Sementara itu kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) menuduh Hun Sen, yang telah memerintah Kamboja selama hampir empat dekade, menggunakan sistem hukum untuk menghancurkan setiap penentang pemerintahannya.

Hun Sen saat ini sedang berkampanye untuk pemilihan kembali, tetapi diperkirakan akan menyerahkan kepemimpinan kepada Hun Manet, putra sulungnya, di masa depan.

Puluhan politisi oposisi Kamboja telah dihukum dan dipenjara selama masa kekuasaan Hun Sen.

Pemimpin oposisi Kem Sokha pada Maret lalu dihukum karena pengkhianatan dan dijatuhi hukuman 27 tahun penjara atas dugaan rencana untuk menggulingkan pemerintahan Hun Sen. Dia saat ini menjalani hukumannya di bawah tahanan rumah.

Sementara tokoh oposisi lainnya, Sam Rainsy, telah tinggal di pengasingan di Prancis sejak 2015 untuk menghindari hukuman penjara atas tuduhan yang menurutnya bermotivasi politik. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.