Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guru Bantu Pemulihan Trauma Siswa Terdampak Lahar Dingin Semeru

📅 Senin, 17 Jul 2023, 18:55 WIB | Oleh:
Guru Bantu Pemulihan Trauma Siswa Terdampak Lahar Dingin Semeru Doc: ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim)
Ket. Arsip Foto - Anak-anak yang terdampak banjir lahar dingin Gunung Semeru di posko pengungsian Desa Jarit mendapatkan trauma healing saat kunjungan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada Minggu (9/7).

LUMAJANG -- Guru di SDN Nguter 5 Kabupaten Lumajang, Jawa Timur memberikan bantuan pemulihan trauma kepada ratusan siswa yang terdampak banjir lahar dingin Gunung Semeru saat hari pertama masuk sekolah pada Senin.

Kepala SDN Nguter 5 Makhtumah Hidayah mengatakan ada beberapa siswa yang rumahnya terdampak banjir lahar dingin Semeru yang cukup parah, sehingga tidak bisa ditempati kembali.

"Untuk itu kami memberikan trauma healing kepada anak-anak selama seminggu ini untuk menggantikan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di sekolah, sehingga diharapkan anak-anak senang saat masuk hari pertama sekolah," tuturnya.

Menurutnya ruang kelas di SDN Nguter 5 juga terdampak banjir lahar dingin Gunung Semeru, sehingga mengalami kerusakan dan tidak hanya itu saja karena alat peraga dan buku-buku juga terdampak juga.

"Kami menggunakan satu ruangan untuk dua kelas yang kegiatan belajar mengajarnya (KBM) harus bergantian, sehingga kita jadwalkan menggunakanshiftagar semua siswa bisa belajar," katanya.

Ia menjelaskan kegiatan pemulihantrauma akan dilakukan selama sepekan agar anak-anak tidak mengalami trauma atas kejadian banjir lahar dingin yang menyebabkan kerusakan rumah, sekolah hingga jembatan pada 7 Juli 2023.

"Mudah-mudahan pada minggu kedua nanti mereka sudah bisa konsentrasi untuk belajar kembali setelah mendapatkan trauma healing dan guru-guru bisa mengajar dengan baik," ujarnya.

SDN Nguter 5 di Desa Nguter, Kecamatan Pasirian merupakan salah satu sekolah yang terdampak banjir lahar dingin yang cukup parah karena material lumpur dan pasir yang cukup tebal masuk ke dalam sejumlah ruang kelas, kantor dan koperasi sekolah.

Petugas gabungan menggunakan alat berat untuk membersihkan material lahar dingin Semeru yang memenuhi sejumlah ruang kelas di sekolah setempat, sehingga saat masuk tahun ajaran baru 2023/2024 kelas sudah bisa digunakan meski harus bergantian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
Megapolitan
BMKG Peringatkan Hujan Leba...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.