Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejak 2019, Dana yang Dikelola BPDLH Cukup Besar

📅 Minggu, 16 Jul 2023, 13:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sejak 2019, Dana yang Dikelola BPDLH Cukup Besar Doc: ANTARA/Agatha Olivia Victoria
Ket. Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto (kiri) dalam bincang bersama media di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (15/07/2023).

JAKARTA - Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) mengelola dana sebesar 1.500 juta dollar AS atau setara 22,5 triliun rupiah (kurs saat ini 15.003 rupiah per dollar AS) yang dikumpulkan sejak 2019 dari berbagai sumber antara lain Bank Dunia, Dana Iklim Hijau (Green Climate Fund), hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto menjelaskan seluruh dana kelolaan tersebut sudah ada pemiliknya di beberapa kementerian/lembaga sehingga BPDLH sifatnya hanya mengelola.

"Jadi jangan terkecoh dengan besarannya karena BPDLH cuma mengelola. Tetapi dalam kesepakatan, kami juga terlibat untuk menetapkan penggunaannya, lembaganya seperti apa," ucap Joko dalam bincang bersama media di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (15/7).

Dengan demikian, dana tersebut bukan merupakan dana bebas. Namun, kondisi tersebut dikecualikan untuk dana bergulir meski untuk sektor kehutanan dana bergulir-nya sudah ada pemilik.

Joko menyebutkan amanat tersebut berlandaskan pada regulasi Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 17 tentang Instrumen Lingkungan Hidup pasal 46 yang berbunyi pemerintah mengelola dana amanat melalui suatu lembaga pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) pengelola dana.

Adapun BPDLH, yang merupakan BLU di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu), mengelola dana dari banyak kementerian/lembaga, tetapi dana terbesar yang dikelola lembaga itu yakni untuk program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada sektor berbasis lahan.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, lantaran KLHK memang merupakan pionir dalam pengelolaan dana lingkungan hidup dibandingkan dengan yang lain.

Ke depan, dirinya menegaskan akan terus melakukan sosialisasi ke berbagai kementerian teknis agar mereka bisa memiliki suatu dana kelola di BPDLH, salah satunya kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sedang intensif mengurus dana kelola biodiversity..

Sosialisasi kepada KKP dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai bentuk dana kelolaan di sektor kelautan dan perikanan, yang bisa dikelola oleh BPDLH. Sosialisasi serupa juga dahulu dilakukan kepada KLHK.

"Jadi kami ajak mereka untuk bersama-sama, mulai dari mencari dananya, menyusun menu dan proses bisnisnya, menetapkan beneficiary, hingga bagaimana monitoring dan evaluasinya. Tetapi dana kelolanya di BPDLH karena kredibilitas kami bisa dijual di internasional," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.