Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Udara Jakarta Kembali Jadi Paling Buruk di Antara Kota-kota Besar Dunia

📅 Sabtu, 15 Jul 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Udara Jakarta Kembali Jadi Paling Buruk di Antara Kota-kota Besar Dunia Doc: KORAN JAKARTA/WACHYU AP
Ket. UDARA JAKARTA TIDAK SEHAT, SAATNYA BERALIH KE ENERGI RAMAH LINGKUNGAN I Pemandangan gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, beberapa waktu lalu. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan telah menyiapkan strategi untuk mengatasi permasalahan polusi udara di Jakarta yaitu Pemprov DKI Jakarta akan menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain itu pemerintah juga harus mulai menghentikan operasional pembangkit listrik berbahan bakar fosil yang polutif dan segera beralih ke energi bersih dan ramah lingkungan.

JAKARTA - Untuk kesekian kalinya, kualitas udara di Jakarta kembali menjadi paling buruk di antara kota-kota besar dunia. Menurut data IQAir, pada Jumat (14/7) 03.00 PM atau pukul 15.00 WIB, kualitas udara Kota Jakarta mencapai AQI US 160 yang disusul New Delhi, India, dengan AQI US 152. Peringkat kualitas udara Jakarta dan New Delhi itu berada pada indikator merah yang artinya tidak sehat.

Sebelumnya, pada Senin (19/6) pukul 13.30 WIB, kualitas udara Jakarta juga terburuk di antara kota-kota besar dunia dengan AQI US 152, sedangkan tingkat konsentrasi PM2.5 Jakarta saat itu pada level 57,6 μg/m³. Indikatornya pun merah yang berarti tidak sehat dibanding kota dunia lainnya.

Selain indikator merah, indikator oranye merujuk pada kualitas udara yang tidak sehat bagi kelompok sensitif, lalu ungu sangat tidak sehat, hitam berbahaya, hijau baik, dan kuning sedang.

Menurut acuan IQAir, skor indeks pada rentang 0-50 artinya memiliki kualitas udara baik, sementara rentang 51-100 berarti kualitas udara sedang dan rentang 101-150 kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Berikutnya, kualitas udara tidak sehat memiliki rentang 151-200, lalu kualitas udara sangat tidak sehat berada di rentang 201-300 dan kualitas udara berbahaya memiliki rentang lebih dari 301.

Adapun sumber polusi udara terbesar di Jakarta berasal dari kendaraan bermotor dengan kontribusi hampir 67 persen.

Pakar lingkungan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Warmadewanthi, yang diminta pendapatnya, mengatakan tingkat penggunaan kendaraan pribadi dan anomali cuaca merupakan sumber utama dari polusi udara yang buruk di Jakarta.

"Memang seperti diketahui dengan jumlah penduduk yang besar dan dimasuki oleh warga di sekitar Jakarta yang bekerja di sana, tingkat penggunaan kendaraan pribadi di Ibu Kota sangat tinggi," kata Warmadewanthi.

Zat-zat yang keluar dari pembuangan kendaraan menjadi sumber utama polusi di Jakarta. Sebab itu, solusinya adalah beralih ke transportasi massal. Pemerintah harus menyempurnakan dan memperluas jaringan transportasi massal yang sudah ada sehingga menjangkau lebih banyak wilayah.

"LRT dan MRT sudah baik dan modern, tinggal diperluas jangkauannya beserta jaringan feeder-nya. Selain itu yang perlu dibenahi adalah budaya masyarakat Jakarta dan penduduk di sekitarnya agar mau beralih ke transportasi massal," katanya.

Hingga saat ini, meskipun sudah ada berbagai fasilitas transportasi modern, mereka tetap memilih menggunakan kendaraan pribadi. "Perlu ada sosialisasi dan edukasi agar mereka mau beralih," tuturnya.

Makin Banyak

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan kualitas udara yang buruk karena sumber polusi semakin banyak, dari kendaraan bermotor, emisi dan gas buang dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang ada di sekitar Jakarta, begitu pula polusi industri dan pembakaran sampah.

Imbauan pemerintah baik sebagai usaha preventif, namun tidak menyelesaikan masalah. "Harus ada komitmen politik untuk mengurangi sumber-sumber polusi, khususnya dari transportasi dan PLTU," tegas Fabby.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.