Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PLTB dan PLTS Hasilkan Lebih dari Sepertiga Energi Global

📅 Sabtu, 15 Jul 2023, 00:00 WIB | Oleh:
PLTB dan PLTS Hasilkan Lebih dari Sepertiga Energi Global Doc: RAQUEL CUNHA / POOL / AFP
Ket. Pertumbuhan sektor eksponensial berarti proyek tenaga angin dan surya diperkirakan akan menghasilkan setidaknya 33 persen listrik global.

LONDON - Laporan Rocky Mountain Institute (RMI), pada Kamis (13/4), menyebutkan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berada di jalur yang tepat untuk menyumbang lebih dari sepertiga listrik dunia pada 2030. Hal ini menandakan sektor energi dapat mencapai perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tujuan iklim global.

Dikutip dari Agence France-Presse (AFP), Sultan al-Jaber, Presiden KTT iklim PBB berikutnya, Conference of Parties 28 (COP28), pada awal 2023, menyerukan tiga kali lipat pembangunan pembangkit energi terbarukan pada 2030 untuk mengekang emisi gas rumah kaca dan membantu mencapai tujuan yang ditetapkan berdasarkan Perjanjian Iklim Paris 2015.

Laporan RMI menunjukkan, pertumbuhan sektor eksponensial berarti proyek angin dan matahari diperkirakan menghasilkan setidaknya 33 persen listrik global, naik dari sekitar 12 persen sekarang, yang menyebabkan penurunan pembangkit bertenaga bahan bakar fosil dan daya yang lebih murah.

RMI, organisasi nirlaba berbasis di AS yang berfokus pada energi bersih, melakukan penelitian dalam kemitraan dengan Bezos Earth Fund, dengan dana 10 miliar dollar AS dari pemilik Amazon.com, Jeff Bezos, untuk membantu solusi pendanaan terhadap perubahan iklim.

Listrik Termurah

Biaya tenaga surya, yang sudah menjadi bentuk produksi listrik termurah, akan turun menjadi 20 dollar AS per megawatt hour (MWh) dari sekitar 40 dollar AS MWh saat ini, karena lebih banyak proyek dikerahkan dan skala ekonomi meningkat.

"Manfaat penerapan energi terbarukan yang cepat adalah keamanan dan kemandirian energi yang lebih besar, ditambah deflasi harga energi jangka panjang karena ini adalah teknologi manufaktur, semakin banyak Anda memasang, semakin murah harganya," kata Kingsmill Bond, prinsipal senior di RMI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.