Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPKP Pandeglang Perketat Pengawasan SKKH Guna Cegah Penyakit Antraks

📅 Rabu, 12 Jul 2023, 22:29 WIB | Oleh:
DPKP Pandeglang Perketat Pengawasan SKKH Guna Cegah Penyakit Antraks Doc: ANTARA/Lukman Fauzi
Ket. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Kabupaten Pandeglang Wahyu Widyanti di Pandeglang, Rabu (12/7/2023).

PANDEGLANG - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang memperketat pengawasan lalu lintas ternak dengan melakukan pemeriksaan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) untuk mencegah masuknya penyebaran penyakit antraks di daerah setempat.

"Upaya ini dilakukan bertujuan untuk mencegah penyebaran masuknya penyakit antraks ke wilayah Kabupaten Pandeglang," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Kabupaten Pandeglang Wahyu Widyanti di Pandeglang, Rabu.

Menurutnya, langkah tersebut diambil guna memastikan kesehatan hewan ternak yang melintas atau masuk ke wilayah Kabupaten Pandeglang terbebas dari penyakit.

"Antraks merupakan penyakit menular yang mempengaruhi hewan seperti sapi, kambing, domba dan hewan ternak lainnya, sehingga dapat menimbulkan kematian mendadak pada hewan yang terinfeksi serta juga berpotensi menular kepada manusia," katanya.

Ia juga menyebutkan hingga saat ini di Kabupaten Pandeglang, belum ada laporan dan ditemukan penyebaran antraks pada hewan ternak seperti kerbau, sapi, domba, dan kambing.

"Kami mengimbau kepada para peternak dan masyarakat yang memiliki ternak untuk tetap waspada terhadap gejala penyakit antraks pada hewan," kata Wahyu.

Jika ada indikasi adanya penyakit atau gejala yang mencurigakan segera melaporkan kepada petugas hewan terdekat atau DPKP Pandeglang untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat agar tidak meluas.

Selanjutnya, kata dia, dengan langkah-langkah yang diterapkan itu, diharapkan penyebaran penyakit antraks dapat dicegah, sehingga sektor peternakan di daerah tersebut tetap berjalan dengan baik.

"Keterlibatan aktif masyarakat dalam melaporkan gejala penyakit serta kerjasama yang erat dengan pihak berwenang menjadi kunci utama dalam menjaga keberhasilan upaya pencegahan ini," kata Wahyu Widyanti. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.