Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes: Program 'Laksa gurih' Berhasil Turunkan Kasus Gizi Buruk

📅 Rabu, 12 Jul 2023, 17:43 WIB | Oleh:
Dinkes: Program 'Laksa gurih' Berhasil Turunkan Kasus Gizi Buruk Doc: ANTARA/Irfan
Ket. Seorang anak sedang dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Saat ini Dinkes sedang gencarkan penanganan gizi buruk balita dan stunting melalui program Laksa Gurih.

TANGERANG -- Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengungkapkan kasus gizi buruk mengalami penurunan melalui program Tatalaksana Gizi Buruk Agar Segera Pulih (Laksa Gurih) menjadi 34 balita pada akhir tahun 2022 dari sebelumnya ada 162 balita yang terdata pada tahun 2017.

Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni di Tangerang, Banten, Selasa mengatakan pelayanan yang dilakukan pada program Laksa Gurih ialah berupa intervensi terhadap kasus gizi buruk yang ditemukan sesuai dengan tatalaksana gizi buruk.

Program ini bekerjasama dengan dokter spesialis anak bagi balita yang membutuhkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit. Balita gizi buruk juga akan didampingi oleh satu orang kader yang melakukan kunjungan rumah.

Di dalam aplikasi Laksa Gurih, para kader melakukan pencatatan data lengkap setiap balita dan hasil pendampingan para kader menggunakan smartphone

Data kependudukan balita tersebut juga sudah terhubung dengan data kependudukan yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang. Selain itu, terdapat pula peta sebaran kasus gizi buruk serta rekap balita gizi buruk yang ditangani pada Dashboard aplikasi.

"Diharapkan program Laksa Gurih ini dapat terus berjalan dan pelaksanaannya bisa dilakukan secara maksimal. Serta kasus gizi buruk di Kota Tangerang dapat dicegah dan diatasi dengan baik. Sehingga menjadikan Kota Tangerang Kota yang Sehat dan Layak Huni," katanya.

Tak hanya itu, program ini juga diharapkan dapat mencegah terjadinya stunting pada balita. Program ini dilakukan dengan deteksi dini melalui Posyandu, Puskesmas, serta kunjungan ke rumah.

Perlu diketahui, prevalensi stunting yang saat ini berada pada angka 11,8 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan status gizi pada balita gizi buruk melalui inovasi Laksa Gurih berjalan dengan cukup baik. Setiap balita dengan gizi buruk yang ditemukan dilakukan tatalaksana sesuai dengan kondisi yang ditemukan. Program ini tersebar di 39 Puskesmas, serta kader pendamping yang tersebar di 13 Kecamatan, 104 Kelurahan dan 1092 Posyandu di Kota Tangerang," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.