Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Punya Potensi Besar dalam Industri Keuangan Digital

📅 Selasa, 11 Jul 2023, 08:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Punya Potensi Besar dalam Industri Keuangan Digital Doc: ANTARA/Agatha Olivia Victoria
Ket. Tangkapan Layar Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (ADK OJK) Hasan Fawzi dalam Uji Kepatutan dan Kelayakan Calon ADK OJK bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (10/07/2023).

JAKARTA - Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (ADK OJK) Hasan Fawzi mengatakan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam industri keuangan digital.

Hal tersebut tercermin dari kondisi lanskap perkembangan inovasi teknologi sektor keuangan (ITSK), aset keuangan digital (AKD), dan aset kripto (AK). Dengan ketiganya, perekonomian bertransisi cepat ke arah digital dan terintegrasi.

"Kita lihat kondisi lanskap perkembangan ketiganya terus menunjukkan tren perkembangan pesat secara berkelanjutan, terutama dalam beberapa tahun belakangan ini," kata Hasan dalam Uji Kepatutan dan Kelayakan Calon ADK OJK bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (10/7).

Ia membeberkan, lanskap perkembangan ITSK, AKD, dan AK tersebut meliputi sebanyak 352 perusahaan teknologi finansial/financial technology (tekfin/fintech) yang terdaftar sebagai anggota Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), sebanyak 215,6 juta pengguna internet atau 78,2 persen dari total penduduk, serta sebanyak 16,7 juta investor kripto tahun 2022.

Kemudian, terdapat 102 penyelenggara fintech lending terdaftar di OJK, 17,3 juta rekening penerima pinjaman aktif fintech lending, sebanyak Rp601 triliun akumulasi penyaluran pinjaman fintech lending dengan Rp50,5 triliun outstanding pinjaman, tingkat wanprestasi 90 hari sebesar 2,82 persen, empat kepemilikan aset kripto terbanyak di dunia, serta nilai transaksi kripto 2022 mencapai Rp306 triliun.

Kendati demikian, Hasan mengungkapkan peningkatan aktivitas IKD, AKD, dan AK belum dibarengi dengan pertumbuhan aktivitas trading online yang pesat. Pasalnya, dari 215,63 juta pengguna internet, baru sebanyak 1,56 persen orang yang melakukan aktivitas trading online, sedangkan sebanyak 98,44 persen tidak melakukan.

Aplikasi trading online yang digunakan yakni sebanyak 34,89 persen saham online, 28,12 persen perdagangan kripto, dan 15,65 persen forex online.

Sementara yang tidak melakukan trading online cenderung melakukan transaksi digital melalui aplikasi emas sebanyak 14,58 persen, aplikasi urun dana 5,43 persen, aplikasi reksadana 3,81 persen, aplikasi gaji 1,76 persen, aplikasi penjualan pulsa 0,97 persen, dan aplikasi Bibit 0,12 persen.

"Maka dari itu, prospek peningkatan aktivitas uang digital di masa yang akan datang masih sangat terbuka lebar," ucap dia.

Hasan Fawzi saat ini menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Jika terpilih menjadi ADK OJK merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto, Hasan mengusung kerangka kerja yang mendukung inovasi pengembangan, berimbang, dan kolaboratif.

Dirinya juga memiliki strategi INOVASI (Investor and consumer protection, Normalisasi pengaturan dan pengawasan OJK, Optimalisasi program literasi, Variansi strategi, Akselerasi pengembangan ekonomi hijau, Sinergi dan kolaborasi, serta Integritas pasar).

Implementasi strategi tersebut dilakukan melalui bauran kebijakan dan program strategis yang mendukung inovasi pengembangan, berimbang, dan kolaboratif, dengan berlandaskan prinsip-prinsip perlindungan konsumen, integritas pasar, dan mencegah risiko sistemik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.