Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Waspadai Tiga Wilayah NTT Alami Hari Tanpa Hujan Ekstrem

📅 Selasa, 11 Jul 2023, 16:12 WIB | Oleh:
BMKG: Waspadai Tiga Wilayah NTT Alami Hari Tanpa Hujan Ekstrem Doc: ANTARA/Aloysius Lewokeda
Ket. Ilustrasi - Lahan pertanian yang kering saat musim kemarau di NTT.

KUPANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga agar mewaspadai tiga wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami hari tanpa hujan (HTH) kategori ekstrem panjang yang berpeluang menimbulkan bencana kekeringan meteorologis.

"Waspadai wilayah yang mengalami HTH dengan kategori ekstrem panjang yaitu Rambangaru dan Kamanggih di Kabupaten Sumba Timur danBusalangga di Kabupaten Rote Ndao," kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG NTTRahmattulloh Adji di Kupang, Selasa.

Ia menyampaikan hal itu berkaitan dengan hasil pemantauan HTH berturut-turut pada Dasarian I Juli 2023 di NTT.

Adji menjelaskan, pada umumnya wilayah NTT mengalami HTH dengan kategori sangat pendek (1-5 hari) hingga pendek (6-10 hari).

Terdapat beberapa wilayah yang masih mengalami hari hujan yaitu sekitar Ranamese di Kabupaten Manggarai Timur, Wolojita, Bokasape, dan Kelimutu di Kabupaten Ende, dan sekitar Pos Meteorologi Tambolaka dan Waitabula di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Sedangkan tiga wilayah yaituRambangaru, Kamanggih, dan Busalangga mengalami HTH ekstrem panjang atau tidak diguyur hujan hingga lebih dari 60 hari.

Kondisi HTH ekstrem panjang ini, kata dia, berpotensi menimbulkan bencana kekeringan meteorologis sehingga perlu diantisipasi pemerintah daerah serta warga di wilayah tersebut.

Adji menyebutkan langkah antisipasi yang perlu dilakukan di antaranya menghemat penggunaan air bersih agar persediaan yang ada dapat bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sepanjang musim kemarau.

Selain itu, para petani juga perlu memilih tanaman yang cocok atau tidak membutuhkan banyak air sehingga lebih berpeluang untuk bisa dipanen.

Ia menambahkan, bencana kekeringan juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan sehingga perlu dicegah dengan menghindari aktivitas yang dapat memunculkan titik api di area terbuka yang terdapat tumpukan rumput atau daun kering yang mudah terbakar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.