Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Bahas Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Industri Pelayaran di MEPC 80

📅 Senin, 10 Jul 2023, 08:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
RI Bahas Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Industri Pelayaran di MEPC 80 Doc: IMO
Ket. Kelompok Kerja Intersessional Pengurangan Emisi GRK dari Kapal.

JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan ikut membahas kesepakatan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) pada industri pelayaran saat berpartisipasi dalam sesi ke-80 Komite Perlindungan Lingkungan Laut (MEPC 80).

Acara tersebut digelar di Markas Besar Organisasi Maritim Internasional (IMO) di London, Inggris pada 3-8 Juli 2023.

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan Perhubungan yang bertindak sebagai Ketua Pengganti I Delegasi Indonesia Antoni Arif Priadi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (10/7) mengungkapkan pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda utama, di antaranya penyusunan revisi strategi IMO 2023 terkait penurunan emisi gas rumah kaca beserta penentuan elemen upaya tindakan (measures).

Kemudian, pencegahan polusi laut dari kapal, efisiensi energi dari kapal, amandemen sejumlah ketentuan Konvensi MARPOL, amandemen Konvensi Ballast Water Management (BWM), isu sampah plastik laut, penyusunan pedoman penggunaan biofuel sebagai bahan bakar alternatif serta perlindungan kawasan laut sensitif (PSSA).

"Dalam pertemuan ini disepakati antara lain penetapan program kerja MEPC dan subsidiary bodies untuk periode 2024-2025, penetapan jadwal MEPC 81 pada 22-26 April 2024," kataAntoni.

Pertemuan itu dihadiri oleh negara-negara anggota IMO, wakil-wakil dari badan-badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta para pengamat intergovernmental organizations (IGOs) dan non-governmental organizations (NGOs) serta sejumlah asosiasi terkait industri pelayaran dengan status konsultatif.

Ia memaparkan melalui pembahasan dengan dinamika yang sangat intensif, MEPC 80 berhasil menyepakati revisi strategi IMO 2023 terkait penurunan emisi gas rumah kaca, yang memuat visi dan misi, level ambisi dan kumpulan upaya tindakan (basket of measures) disertai dengan alur waktu (timeline) pelaksanaan kajian dampak komprehensif (comprehensive impact assessment) serta tahapan pemilihan elemen basket measures jangka menengah (mid-term).

"Tercapai kesepakatan dengan narasi penguatan upaya efisiensi energi pada kapal, penurunan intensitas karbon dari industri pelayaran pada 2040 ditargetkan diturunkan menjadi sedikitnya 40 persen pada 2030 dibandingkan angka tahun 2008, penggunaan teknologi nol atau rendah gas rumah kaca sedikitnya sebesar 5 persen, diupayakan 10 persen pada 2030, dan penurunan emisi gas rumah kaca mencapai net zero pada kisaran waktu atau mendekati pada 2050," katanya.

Sementara itu, terkait penetapan economic measures, Indonesia menolak pemilihan measures yang dapat berdampak negatif pada perekonomian negara berkembang. Selain itu, economic measures juga harus menjamin adanya transfer teknologi dan pengembangan kapasitas bagi negara berkembang dalam rangka transisi energi dan teknologi.

"Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa Indonesia tekankan pentingnya pemilihan measures yang tepat untuk menghadapi urgensi perubahan iklim. Selain itu, Indonesia juga sampaikan pentingnya pengembangan penggunaan biofuel dalam transisi energi sambil mencari alternatif energi hijau lainnya," ujar Antoni.

Indonesia lebih lanjut menekankan aspek keselamatan pelaut (seafarer) dalam penerapan teknologi baru terkait penerapan technical measure dan pentingnya peningkatan kapasitas teknis sumber daya manusia untuk menerapkan revisi strategi dengan efektif.

Pada pertemuan MEPC selanjutnya pada 2024, elemen basket of measures serta kajian dampak komprehensif akan dibahas lebih rinci dan juga mengupas tindakan-tindakan atau langkah-langkah konkret apa saja dari perspektif teknis bahan bakar dan kapal serta pendekatan ekonomi yang diperlukan untuk mereduksi emisi tersebut.

"Indonesia juga mendukung pelaksanaan comprehensive impact assessment dan meminta agar data dan informasi yang digunakan faktual dan memperhatikan kondisi masing-masing negara," kata Antoni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.