Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akses Jalan ke Perbatasan RI-Malaysia Terendam Banjir

📅 Sabtu, 08 Jul 2023, 13:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Akses Jalan ke Perbatasan RI-Malaysia Terendam Banjir Doc: ANTARA/Kecamatan Batang Lupar
Ket. Kondisi banjir di wilayah Kecamatan Batang Lupar yang merendam akses jalan nasional perbatasan Indonesia-Malaysia dan sejumlah fasilitas umum, di Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Sabtu (8/7/2023).

KAPUAS HULU - Akses jalan nasional di Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat terendam banjir sehingga akses jalan menuju perbatasan Indonesia-Malaysia di daerah tersebut tidak bisa dilalui kendaraan.

"Banjir terjadi subuh tadi, kami imbau masyarakat yang hendak ke Badau ditunda dulu, karena akses jalan terendam banjir," kata Camat Batang Lupa,Aleksius Bulin saat dihubungi Antara, di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (8/7).

Ia menjelaskan banjir terjadi akibat intensitas hujan cukup tinggi mengakibatkan sungai meluap dan banjir terjadi dengan kedalaman kurang lebih 80 centimeter hingga satu meter.

Menurutnya akses jalan yang terendam banjir kurang lebih sepanjang 500 meter dengan kedalaman air sekitar 40 centimeter, tepatnya di daerah Ukit-Ukit Kecamatan Batang Lupar.

Disebutkannyabanjir tersebut merendam tiga desa di Kecamatan Batang Lupar yaitu Desa Labian, Sungai Ajung dan Desa Setulang.

"Akibat banjir, sejumlah permukiman penduduk dan bangunan BUMD di Desa Labianterdampak," katanya.

Selain banjir, ia juga menyampaikan ada terjadi longsor juga Desa Sungai Abau dan sedikit menimbun badan jalan.

"Sampai saat ini belum diketahui berapa kerugiannya, kami masih melakukan pendataan dan menunggu data dari desa," kata Aleksius Bulin.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu Gunawan mengatakan pihaknya masih menunggu laporan dari pihak kecamatan.

Ia menyatakan dari laporan awal ada tiga desa yang dilanda banjir, oleh karena itu masyarakat diminta tetap waspada terhadap bencana alam.

"Kepada pihak desa kami minta segera melaporkan kondisi dan perkembangan bencana di daerahnya masing-masing," demikianGunawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

56 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.