Bappenas Sebut Konsep Ekonomi Biru Bukan Hal Baru tapi Direvitalisasi
Selasa, 04 Jul 2023, 08:47 WIBJAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan konsep ekonomi biru bukan hal baru tetapi direvitalisasi sehingga pemangku kepentingan termasuk masyarakat berperan dan ?????berkontribusi signifikan pada pembangunan ekonomi biru.
"Konsep ini (ekonomi biru) mungkin bukan yang baru, tapi direvitalisasi, diintegrasikan, dikonsolidasikan, sehingga pemangku kepentingan termasuk masyarakat sebenarnya bisa melihat bagaimana peran mereka cukup signifikan untuk bisa berkontribusi pada pembangunan ekonomi biru," ujar Staf Ahli Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo dalam keterangan pers acara ASEAN Blue Economy Forum 2023 di Tanjung Pandan, Kepulauan Bangka Belitung, dikutip di Jakarta, Selasa (4/7).
Dengan adanya revitalisasi konsep ekonomi biru, menandakan bahwa ada upaya pembaruan agar konsep tersebut tetap relevan dengan tantangan yang dihadapi untuk memastikan tiga pilar pembangunan berkelanjutan, yakni ekonomi, sosial dan lingkungan hidup yang akan dilaksanakan secara seimbang.
Selain direvitalisasi, Leonardo juga menyebutkan konsep ini diintegrasikan dengan berbagai perencanaan di setiap sektor, termasuk dari sisi pemberdayaan masyarakat yang terlibat, yang berarti konsep ekonomi biru telah mengalami integrasi dengan aspek-aspeklivelihooddari kehidupan masyarakat.
Kemudian, konsep ekonomi biru dinyatakan telah dikonsolidasikan, yang berarti disatukan tidak hanya berfokus pada sektor perikanan tangkap dan budidaya, tetapi juga dengan konsep-konsep pembangunan pariwisata, manufaktur, perdagangan, dan lainnya yang menggunakan sumber daya pesisir dan laut yang relevan dengan berbagai aktivitas masyarakat.
"Hal ini juga yang kemudian kami temui pada saat kami melakukan konsultasi publik, misalnya mengenaiblue economy roadmapini berkaitan dengan hiu tikus yang ada di Pulau Alor (Nusa Tenggara Timur). Bagaimana masyarakat berkolaborasi dengan NGO (Non Governmental Organization) lokal, kemudian ditingkatkan pengetahuannya, tidak menangkap lagi hiu, tapi kemudian mereka bisa berpikir ada sumber pendapatan yang lain dari menangkap hiu," kata dia.
Salah satu sumber pendapatan yang dihasilkan masyarakat di Pulau Alor adalah granola dari jagung di wilayah tersebut. Mereka dapat menghasilkan produk-produk olahan dari granola yang semua diolah para ibu di daerah itu.
"Jadi ibu-ibunya ditingkatkan kapasitasnya, kemudian suaminya melihat ada pendapatan lain, kemudian suaminya menjadichampionuntuk melanjutkan konservasi dari hiu tikus. Jadi ini adalahgive and takeyang sebenarnya diberikan, bagaimana konsepblue economynanti ke depannya dikembangkan, selain mengedukasi juga (mendorong) masyarakat untuk berkontribusi," ucapnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Letusan Anak Krakatau Masih Ganggu Penerbangan, KAI Daop 8 Kembali Tambah Kereta Eksekutif dan Ekonomi New Generation untuk Perjalanan Surabaya-Jakarta
-
Dibuka Menguat, IHSG Hari Ini Bergerak Mendatar, Pasar Cermati Sentimen Global dan Domestik
-
Krisis Sampah Makin Pelik, 75 Persen Belum Tertangani
-
Kenapa Indonesia Masih Jadi Incaran Investor? Bos Hotel Global Ungkap Rahasianya
-
Komisi X DPR Blusukan ke Sekolah Terdampak Bencana di Padang, Apa yang Ditemukan?
-
Lima Dokumen Strategis Diluncurkan untuk Perkuat Pengelolaan Ekosistem Darat dan Laut
-
Balé by BTN Permudah Generasi Muda Cari Rumah hingga Ajukan KPR
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.