Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konsumsi Protein Hewani Harus Digencarkan

📅 Selasa, 27 Jun 2023, 08:34 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Konsumsi Protein Hewani Harus Digencarkan Doc: istimewa

JAKARTA - Konsumsi protein hewani dinilai sebagai salah satu cara ampuh menurunkan angka stunting atau gizi buruk di Indonesia. Sejauh ini, berkat kolaborasi bersama daerah dan pekerja teknis di lapangan, pemerintah berhasil menurunkan angka stunting hingga menjadi 21,6 persen pada tahun ini.

"Sejauh ini, pemberian protein hewani tersebut terbukti ampuh. Yang sejauh ini sudah dijalankan, hampir di seluruh daerah di Indonesia," ungkap Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, dalam diskusi virtual terkait stunting yang digelar FMB9 di Jakarta, Senin (26/6).

Adapun jenis makanan dengan kandungan protein hewani, meliputi daging, ikan, telur, keju, susu sapi, dan beragam jenis pangan lainnya.

Berkat pencapaian itu, lanjut Dante, Kementerian Kesehatan mengapresiasi petugas teknis di lapangan, pada petugas posyandu dan puskesmas, yang bekerja tanpa pamrih untuk menurunkan stunting. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada kepala daerah dan semua yang terlibat.

Seperti diketahui, pada 2022, angka stunting nasional berada pada angka 21,6 persen. Diharapkan pada 2023 bisa turun menjadi 17,8 persen, dan mencapai target 14 persen pada 2024.

Adapun pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerapkan dua pendekatan yaitu spesifik dan sensitif dalam upaya mencapai target penurunan angka stunting pada anak-anak secara nasional menjadi sebesar 14 persen 2024.

Dia menerangkan hal ini memang bukan masalah sesederhana memberikan makanan kepada anak-anak. Ada dua pendekatan utama secara nasional yaitu pendekatan spesifik dan sensitif. Pendekatan spesifik berkaitan dengan pemberian makanan tambahan pada anak-anak, mencegah anak-anak menjadi sakit, dan sebagainya.

Pendekatan sensitif berkaitan dengan faktor-faktor yang ada di lingkungan setempat, termasuk kemiskinan, sanitasi yang baik, dan budaya setempat. Pendekatan sensitif yang berkaitan dengan kebiasaan tradisional pada suatu daerah dapat memengaruhi angka stunting pada anak-anak.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyani, menegaskan pihaknya di daerah siap meneruskan apa yang menjadi program pemerintah pusat. Dia mengakui salah satu faktor penyebab terjadinya stunting adalah pernikahan dini.

"Walau masih ada kasus yang saya dengar, soal pernikahan usia dini di sana sini. Karena itu, kami berikan edukasi dan sosialisasi pada pasangan muda yang ingin menikah," ungkapnya.

Butuh Kolaborasi

Deputi Bidang Advokasi, Penggerakkan dan Informasi BKKBN, Sukaryo Teguh, mengatakan pengentasan stunting harus dilakukan secara baik oleh pemerintah di daerah. "Ini adalah kepentingan negara, kepala daerah harus tegas melakukan tugas ini," imbuhnya.

Dia menekankan penanganan stunting harus dikerjakan, dengan melibatkan seluruh unsur, baik pemerintah pusat, daerah, akademisi, maupun media. "Semua hal yang dikatakan Pak Wali Kota dan Pak Wamen, semata-mata untuk menghasilkan. Generasi yang sehat dikemudian hari. Prinsipnya dalam menurunkan stunting merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari sukseskan program ini bersama," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.