Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peningkatan Pelayanan Warga, BKKBN: Pertumbuhan Penduduk Dunia 8 Miliar Bukti Layanan Kesehatan Membaik

📅 Rabu, 21 Jun 2023, 21:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peningkatan Pelayanan Warga, BKKBN: Pertumbuhan Penduduk Dunia 8 Miliar Bukti Layanan Kesehatan Membaik Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto dalam acara 8 Miliar Kehidupan: Kesempatan Tanpa Batas: Pentingnya Hak dan Pilihan di Jakarta, Rabu (21/6/2023).

Jakarta - Peningkatan pelayanan warga, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan bahwa pertumbuhan penduduk dunia yang sejak November 2022 lalu totalnya menjadi 8 miliar jiwa merupakan sebuah bukti perkembangan layanan kesehatan yang semakin baik.

"Hal ini mendorong kita untuk lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat yang semakin besar, seperti makanan, pendidikan, perumahan, dan pelayanan kesehatan yang memadai," kata Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto dalam acara 8 Miliar Kehidupan: Kesempatan Tanpa Batas: Pentingnya Hak dan Pilihan di Jakarta, Rabu.

Boni menuturkan jumlah penduduk dunia yang kini mencapai 8 miliar jiwa itu, telah mengalami peningkatan yang amat cepat, yakni lebih dari dua kali lipat dalam kurun waktu 50 tahun saja.

Laju pertumbuhannya beriringan dengan peningkatan harapan hidup, perkembangan medis, dan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan yang lebih baik, jumlah kelahiran meningkat, sementara tingkat kematian menurun.

Di Indonesia sendiri jumlah penduduknya sudah lebih dari 280 juta jiwa. Jika melihat struktur demografi penduduk, jumlah usia anak muda yang produktif semakin meningkat. Populasi muda ini merupakan aset berharga bagi pembangunan negara, yang perlu dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan dan menyediakan pendidikan dan pelatihan yang memadai.

Meski demikian pengadaan layanan kesehatan yang baik juga berimbas pada bertambahnya penduduk lansia. Hal ini memberikan tekanan pada infrastruktur, pelayanan publik, dan sumber daya alam.

Sebab kebutuhan lansia juga perlu diperhatikan karena persentasenya yang ikut terus meningkat. Boni mengatakan pemerintah perlu hadir memberikan layanan kesehatan dan dukungan sosial kepada populasi yang menua, karena sangat penting untuk lansia menjalani kehidupan yang bermartabat dan bermanfaat.

"Makanya kita harus berhati-hati dalam perencanaan pembangunan nasional kita, memastikan bahwa pembangunan ekonomi sejalan dengan kebutuhan penduduk, dan menyediakan akses pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan yang lebih baik," ujarnya.

Boni melanjutkan keberhasilan program KB di Indonesia telah membawa penurunan Angka Kelahiran Total (TFR) yang signifikan, hingga mencapai angka yang ideal yaitu 2,18.

"Meskipun masih menyisakan disparitas antar wilayah yang cukup lebar, namun kita harus mulai bergeser dari pengendalian kuantitas menuju pilar-pilar berikutnya dari Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) pembangunan kependudukan, yang masih menjadi tugas berat yaitu peningkatan kualitas, pembangunan keluarga, maupun pengarahan persebaran penduduk," katanya.

Guna mengawal betul penduduk bisa tumbuh seimbang dengan tetap berkualitas, Boni mengingatkan situasi kependudukan di Indonesia merupakan persoalan kompleks yang multidimensi. Dengan demikian perlu adanya pendekatan komprehensif dan berkesinambungan.

Pemerintah perlu terus memprioritaskan kebijakan dan program yang kependudukan, sekaligus berinvestasi dalam infrastruktur kesehatan dan layanan sosial untuk mendukung pertumbuhan penduduk seimbang.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan bersama seluruh lapisan masyarakat akan dapat bersinergi, berkolaborasi, dan berkomitmen dalam menghadapi perubahan-perubahan demografi.

"Caranya dengan mendengarkan suara-suara perempuan, berinvestasi pada penelitian, memperkuat sistem kesehatan, meningkatkan kesetaraan gender di seluruh bidang kebijakan, dan mengangkat derajat perempuan dan anak perempuan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.