Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dolar Menukik di Tengah Imbal Hasil Obligasi AS yang Lebih Rendah

5 Jumat, 16 Jun 2023, 08:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dolar Menukik di Tengah Imbal Hasil Obligasi AS yang Lebih Rendah Dolar Menukik di Tengah Imbal Hasil Obligasi AS yang Lebih Rendah Doc: ANTARA/Yudhi Mahatma
Ket. Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Senin (16/12).

NEW YORK - Dolar AS menukik terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (15/6) atau Jumat pagi WIB, di tengah imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih rendah serta klaim pengangguran yang lebih tinggi dari perkiraan.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, mencapai level terendah harian 102,0910, turun dari 103,20 pada Kamis (15/6) pagi.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan kehilangan hampir 7 basis poin menjadi 3,723 persen pada Kamis (15/6), sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS dua tahun mencatat penurunan ringan menjadi 4,65 persen.

Para analis mengatakan pasar tampaknya sebagian besar mengabaikan sinyal Fed dari Rabu (14/6) bahwa mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (15/6) bahwa permohonan untuk klaim pengangguran mencapai 262.000 untuk pekan yang berakhir 10 Juni, lebih besar dari yang diperkirakan para analis. Klaim pengangguran yang berkelanjutan, yang mewakili jumlah orang yang sudah menerima tunjangan, berada di 1.775.000 selama pekan yang berakhir 3 Juni, juga meningkat 10.000 dari minggu sebelumnya.

Penjualan ritel meningkat 0,3 persen bulan ke bulan pada Mei setelah naik 0,4 persen pada April, menurut Departemen Perdagangan AS. Konsumen membelanjakan lebih banyak di sebagian besar kategori pengecer, termasuk toko grosir, furnitur, dan elektronik. Mereka menghabiskan lebih sedikit di SPBU, yang dapat mencerminkan penurunan harga di SPBU.

"Resesi akan tertunda selama konsumen terus berbelanja," kata Oren Klachkin, ekonom di Oxford Economics.

Didorong oleh data penjualan ritel, ketiga indeks utama AS berada di zona hijau pada Kamis (15/6), masing-masing naik lebih dari 1,0 persen, dengan indeks saham-saham unggulan Dow melonjak lebih dari 400 poin.

Euro telah terdorong lebih tinggi karena pengumuman Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (15/6) untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,5 persen, tertinggi dalam 22 tahun, seperti yang diharapkan.

Langkah ECB datang sehari setelah Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga tidak berubah tetapi mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih lanjut yang akan datang tahun ini.

The Fed menghentikan serangkaian 10 kenaikan suku bunga berturut-turut, tetapi proyeksi atau dot plot, menunjukkan pembuat kebijakan mengharapkan dua kenaikan lagi hingga akhir tahun 2023. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan penurunan suku bunga pada tahun 2023 tidak akan sesuai.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0950 dolar AS dari 1,0836 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2781 dolar ASc dari 1,2668 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 140,3150 yen Jepang, lebih tinggi dari 139,6670 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8913 franc Swiss dari 0,8992 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3211 dolar Kanada dari 1,3313 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,5898 krona Swedia dari 10,7148 krona Swedia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
Luar Negeri
Inggris dan Uni Eropa Pangk...

BNPB Sebut Karhutla Masih Ancam Sejumlah Daerah

12 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BNPB Sebut Karhutla Masih A...

Mengapa Makanan Pendamping ASI Tak Boleh Ditambahi Bawang

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Mengapa Makanan Pendamping ...
Luar Negeri
Dubes: AS Bidik Ekonomi Dig...

Mendag: Surplus Dagang RI Capai Rp192,70 Triliun

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Mendag: Surplus Dagang RI C...
Olahraga
Mutiara Ayu Puspitasari Men...

UNICEF Siaga Hadapi Ancaman Ebola di Sudan Selatan

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
UNICEF Siaga Hadapi Ancaman...
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.