Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Laju Penjualan Eceran Diperkirakan Terkontraksi pada Mei

📅 Rabu, 14 Jun 2023, 14:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Laju Penjualan Eceran Diperkirakan Terkontraksi pada Mei Doc: ANTARA FOTO/ Prabanndaru Wahyuaji
Ket. Pedagang melayani pembeli pada Festival Kue Subuh di area parkir gedung Senen Jaya 1 dan 2, Jakarta, Sabtu (11/2/2023).

JAKARTA - Tingkat konsumsi masyarakat pada Mei lalu meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu atau year-on-year (yoy). Namun, dibandingkan bulan sebelumnya atau month-to-month (mtm), tingkat konsumsi masyarakat cenderung melemah drastis.

Indikasi tersebut terlihat dari Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI). Bank sentral memperkirakan penjualan eceran tumbuh positif pada Mei 2023. Hal itu tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Mei 2023 sebesar 234,2 atau tumbuh sebesar 0,02 persen dibanding periode sama tahun lalu (year-on-year/ yoy).

"Kinerja penjualan eceran tersebut didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta subkelompok sandang yang diperkirakan tetap tumbuh," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (14/6).

Kendati demikian secara bulanan, penjualan eceran pada Mei 2023 diperkirakan berada pada fase kontraksi sebesar 3,6 persen (month-to-month/ mtm).

Penurunan kinerja penjualan terjadi pada seluruh kelompok, terutama pada subkelompok sandang, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta peralatan informasi dan komunikasi sejalan dengan normalisasi konsumsi masyarakat setelah periode Ramadhan dan Idul Fitri.

Sementara, pada bulan April 2023, dia menyebutkan IPR tercatat sebesar 242,9 atau tumbuh sebesar 1,5 persen (yoy). Kinerja penjualan eceran yang positif terjadi pada beberapa kelompok, terutama pada kelompok budaya dan rekreasi, serta subkelompok sandang.

Secara bulanan, penjualan eceran tercatat tumbuh sebesar 12,8 persen (mtm). Peningkatan terjadi pada mayoritas kelompok, dengan peningkatan tertinggi pada subkelompok sandang, kelompok peralatan informasi dan komunikasi, serta makanan, minuman, dan tembakau sejalan dengan periode Ramadhan dan Idul Fitri, strategi potongan harga yang dilakukan ritel, serta kelancaran distribusi sehingga mendorong peningkatan permintaan dalam negeri.

Dari sisi harga, kata Erwin, responden memperkirakan tekanan inflasi akan menurun pada Juli 2023 dan relatif stabil pada Oktober 2023. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2023 tercatat sebesar 118,5, lebih rendah dari 124,5 pada periode sebelumnya.

Sementara, IEH Oktober 2023 tercatat sebesar 121,6, relatif stabil dari periode sebelumnya sebesar 121,5. Tekanan harga yang terjaga tersebut didukung oleh ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi barang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.