Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Romawi Belajar Membuat Kapal dari Yunani dan Kartago

📅 Selasa, 13 Jun 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Romawi Belajar Membuat Kapal dari Yunani dan Kartago Doc: Istimewa

Bagaimana kapal Romawi dibuat? Tidak seperti orang Yunani dan orang Kartago, orang Romawi bukanlah pelaut tradisional. Mereka kebanyakan adalah orang-orang darat yang belajar membangun kapal militer dan dagang dari orang-orang yang ditaklukkan.

Mengarungi lautan sering dianggap bukan gaya Romawi, apalagi Angkatan Laut Romawi tidak pernah memperoleh status sebagai cabang militer Romawi yang sepenuhnya otonom. Dalam membangun kapal sebagian besar mengandalkan aturan praktis dan teknik warisan daripada sains.

LamanRoma Vitaemenyebut, pada akhir abad keempat SM, bangsa Romawi memiliki sangat sedikit kapal perang. Hanya 20 kapal perang, semuanyatrireme, sementara Kartago lokasinya di Tunisia saat ini dengan angkatan laut terkuat di dunia memiliki ratusanquinqueremeyang jauh lebih besar.

Kapaltriremeadalah kapal ini panjang dan dirancang untuk dapat melaju dengan cepat sehingga mampu mengejar kapal musuh dan menyerangnya. Kapal ini menggunakan 25 pendayung pada tiap sisinya.

Merasakan ancaman yang ditimbulkan Kartago, sebuah komite dibentuk pada 311 SM untuk merencanakan pengembangan Angkatan Laut Romawi. Bangsa Romawi menangkap sebuahquinqueremeKartago yang kandas saat mencoba memblokir jalur kapal Romawi dalam perjalanannya ke Sisilia.

Quinqueremeadalah sebuah kapal yang menggunakan dayung sebagai penggerak utama. Kapal ini kemudian direkayasa menjadi ratusanquinqueremebesar, namun, salinan Romawi jauh dari sempurna.Quinquereme-nya jauh lebih berat dan kurang dapat dikendalikan daripada salinan Kartago.

Padahal kapal perang perlu dibangun agar ringan, sangat cepat, dan dapat bermanuver. Karena sangat ringan, setelah pertempuran laut untuk kemudian ditarik kembali ke pantai. Olah karenanya kapal perang juga harus bisa mendekati pantai yang menjadi alasan mengapa lambung kapal datar tanpa pemberat.

Quinqueremememiliki paku berat yang biasanya terbuat dari perunggu yang digunakan untuk menembus lambung kapal atau mematahkan dayung kapal musuh. Kapal-kapalnya menggunakan tenaga angin dan manusia, dan memiliki layar persegi dan sejumlah besar dayung di setiap sisinya.

Triremeyang berasal dari kata katatrireme usberasal dari kata Latintriremisyang berarti dengan tiga tepi dayung, adalah kapal perang yang dominan dari abad ke-7 hingga ke-4 SM. Sesuai namanya memiliki tiga baris dengan pendayung di baris atas, tengah dan bawah, dengan sekitar 50 pendayung di setiap baris.

Berlawanan dengan persepsi populer dan apa yang ditampilkan di banyak film, pendayung di kapal militer Romawi bukanlah budak, tetapi kebanyakan orang bebas dari provinsi yang disebutperegrines(peregrinus) dan warga negara Romawi terdaftar sebagai tentara.

Kapal Trireme kemudian berkembang menjadi lebih besar dengan empat baris pendayung yang disebutquadriremedanquinqueremelima baris. Menurut Polybius,quinquiremeRomawi memiliki panjang 45 meter dan lebar 5 meter yang benar-benar besar pada masanya. Itu memiliki 300 pendayung dengan 90 dayung di setiap sisi.

Dengan menjadi lebih berat daritrireme,quinquiremememiliki berat 100 ton yang lebih stabil dalam cuaca buruk dan lebih cepat. Jika berhasil menabrak kapal musuh dengan kecepatan tinggi maka akan menghancurkannya.

Roma menguji dan meningkatkan kapal perangnya selama Perang Punisia Pertama yang berlangsung selama 23 tahun. Perang Punisia Pertama dimulai ketika Messana sekarang bernama Messina, meminta Roma untuk mengusir kaum Kartago dari wilayahnya.

Merasa bahwa Kartago terlalu dekat dengan wilayahnya dan berpotensi menimbulkan ancaman, Roma melihat peluang untuk memiliki kehadiran strategis di Sisilia untuk akhirnya menangani ancaman Kartago. Caranya dengan mengirim 230 kapal perang dan 100 kapal barang dengan sekitar 100.000 pendayung dan 40.000 tentara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.