Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Perluas Kebun Terumbu Karang di Perairan Teluk Jakarta

📅 Selasa, 13 Jun 2023, 09:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Perluas Kebun Terumbu Karang di Perairan Teluk Jakarta Doc: ANTARA/Kominfotik Kepulauan Seribu
Ket. Sejumlah penyelam menaruh 30 rak terumbu karang berjenis acropora dekat Dermaga Barat Pulau Lancang di Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, Minggu (11/6/2023).

JAKARTA - Kepala Suku Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Seribu Devi Lidya mengatakan pemerintah terus menambah luas kebun terumbu karang untuk menaungi kehidupan ikan-ikan kecil, udang-udangan hingga plankton.

Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL) Dinas KPKP DKI bersama Sudin KPKP Kepulauan Seribu dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuat program Coral Stock Center dengan menaruh 30 rak terumbu karang berjenis acropora dekat Dermaga Barat Pulau Lancang di Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, Minggu (11/6).

Sebelumnya, program coral stock center juga sudah dilaksanakan di Pulau Tidung dan Pulau Pari.

"Saat ini luas coral stock center di Pulau Lancang sudah hampir 500 meter, diharapkan semakin meluas. Tentunya terumbu karang ini akan dirawat dan dikelola oleh Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (Kompak) Pulau Lancang," kata Devi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/6).

Sedangkan hiu paus atau juga disebut hiu tutul dikenal sebagai pemangsa alami plankton, udang kecil dan ikan kecil. Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Oseanografi BRIN Fahmi kepada wartawan di Jakarta Utara menjelaskan kemunculan sekelompok hiu paus (dalam Latin: Rhincodon Typus) itu tidak berbahaya bagi manusia.

Hiu tutul menyenangi perairan tropis. Mereka senang berenang di berbagai perairan tropis di seluruh dunia. Hiu tutul juga mampu berenang berkilo-kilo meter untuk mencari makan.

Hiu tutul memiliki jangka hidup yang cukup lama. Hiu ini bisa hidup puluhan tahun hingga mencapai 150 tahun lamanya.

Hiu tutul bukan perenang yang aktif. Mereka lebih senang berenang lambat. Kecepatan berenang mereka bahkan tidak lebih dari lima kilometer per jam.

Fahmi menduga fenomena kemunculan sekelompok hiu paus berukuran dua hingga empat meter di perairan Teluk Jakarta, Penjaringan, Jakarta Utara terjadi karena tersedianya mangsa dalam jumlah melimpah.

"Dari panjangnya, kemungkinan itu anakan. Apakah itu merupakan salah satu keberhasilan dari pemerintah terkait perlindungan (ekosistem) terkait paus ini," kata Fahmi.

Dalam video yang tersebar di sosial media, tampak wisatawan yang sedang bermain jet ski histeris melihat penampakan hiu paus di perairan Teluk Jakarta tersebut.

Lantas seorang pengendara jet ski pun langsung mengabadikan momen langka tersebut dengan ponsel lalu disebarkan ke media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, penampakan segerombolan hiu paus yang terjadi pada Sabtu (3/6/2023) di sisi luar Pantai Marina Penjaringan, Jakarta Utara bukan pertama kalinya.

Sebelumnya, hiu paus sempat pula ditemukan oleh pelatih Pelatda Selancar Angin Jakarta yang sedang berlatih di perairan Ancol, Jakarta Utara pada 22 Agustus 2021 pukul 12.00 WIB.

Namun kemunculan hiu paus di perairan Penjaringan, Jakarta Utara pada Sabtu (3/6) dinilai menarik oleh Fahmi, karena biasanya mereka tidak menjelajah lautan secara mengelompok.

"Kemunculan ikan hiu paus secara bergerombol di teluk Jakarta ini menjadi fenomena yang menarik, karena memang bukan sifat dasar hiu paus ini berkelompok," kata Fahmi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

50 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.