Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KLHK Tekankan Perlu Upaya Komprehensif Tangani Masalah Sampah

📅 Kamis, 08 Jun 2023, 16:08 WIB | Oleh:
KLHK Tekankan Perlu Upaya Komprehensif Tangani Masalah Sampah Doc: ANTARA/HO-Kementerian LHK
Ket. Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati.

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menekankan perlunya dilakukan berbagai upaya komprehensif dari hulu sampai hilir dalam rangka menuntaskan permasalahan sampah di Indonesia.

"Salah satu upaya dan pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah melalui pengembangan teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah dan pelibatan peran aktif seluruh lapisan masyarakat," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan pengelolaan sampah secara konvensional dengan hanya menitikberatkan pada pemrosesan akhir melalui fasilitasilandfill sudah layak ditinggalkan.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) milik KLHK, pada 2022 sekitar 65,83 persen sampah di Indonesia masih diangkut dan ditimbun pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sementara itu capaian kinerja pengelolaan sampah nasional adalah 66,58 persen dengan rincian 18,63 persen pengurangan sampah dan 47,95 persen penanganan sampah. Hal itu menggambarkan masih ada 33,42 persen sampah yang belum terkelola dengan benar.

Menurutnya, kondisi itu menjadi tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah, pemerintah daerah, produsen, swasta, dan masyarakat guna mewujudkan Indonesia Bersih 2025, dengan 100 persen sampah terkelola dengan benar.

"Beban TPAyang berat membuat pengelolaan sampah menjadi tidak optimal dan berpotensi untuk menimbulkan permasalahan lingkungan, seperti pencemaran lingkungan, longsor sampah, dan perubahan iklim karenaemisi gas metana dari timbunan sampah dilandfill," kata Vivien.

Pemerintah, lanjutnya, mendorong optimalisasi fasilitas pengelolaan sampah melalui instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik, pengolahan sampah menjadi RDF, SRF, dan biogas, serta pengolahan sampah melalui biokonversi magot lalat tentara hitam.

Vivien menuturkan penerapan berbagai opsi teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan dapat mengurangi timbulan sampah ke TPA dan ke depannya hanya residu yang diangkut ke TPA.

Lebih lanjut ia mengatakan polusi plastik merupakan ancaman nyata yang berdampak pada setiap komunitas di seluruh dunia. Plastik yang berakhir di lautan, lanjutnya, sebagian besar dihasilkan dari sumber polusi darat yang membutuhkan penanganan dengan kerangka hukum dan kelembagaan dalam proses pengelolaan sampah yang komprehensif.

Implementasi yang efektif di tingkat nasional dan daerah sangat diperlukan, termasuk pengawasan dalam siklus hidup produk plastik ketimbang mengatur pendekatan pencegahan terhadap polusi limbah plastik dari daratan.

"Pengaturan tersebut mencakup langkah-langkah yang lebih spesifik dalam rangka menangani masalah produksi, transportasi, konsumsi, perdagangan, dan perlakuan akhir masa pakai plastik dan sifat aditifnya," ujar Vivien. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.