- Home
-
- Luar Negeri
-
- Gawat, Setiap 11 Menit Sat...
Gawat, Setiap 11 Menit Satu Orang Tewas di AS akibat Kekerasan Senjata.
Kamis, 08 Jun 2023, 00:11 WIBWashington - Gawat, Amerika Serikat pada 2021 menyaksikan kenyataan tragis saat satu orang tewassetiap 11 menit akibat kekerasan senjata, menurut rilis dari satu laporan pada Selasa (6/6).
Laporan berjudul "Kekerasan Senjata AS pada 2021: Penilaian Krisis Kesehatan Masyarakat" dari Pusat Solusi Kekerasan Senjata Johns Hopkins mengungkapkan bahwa pada 2021 kematian akibat senjata api di AS mencapai angka tertinggi yang pernah ada selama dua tahun berturut-turut.
"Selama 2021 hampir 49.000 orang tewas karena kekerasan senjata di AS. Setiap hari, rata-rata 134 orang kehilangan nyawa akibat kekerasan senjata, satu kematian dalam setiap 11 menit," tulis laporan tersebut.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa pada 2021, sebanyak 48.830 orang kehilangan nyawa akibat senjata api, yakni naik lebih dari 3.600 kematian dibandingkan pada 2020 yang juga mencapai rekor tertinggi.
Dari data tersebut terungkap bahwa pada 2021 terjadi 26.328 kasus bunuh diri yang melibatkan senjata api dan tercatat 20.958 kasus pembunuhan.
Menurut laporan itu, tingkat bunuh diri dengan menggunakan senjata mengalami kenaikan 8,3 persen pada 2021 dibandingkan pada 2020, yakni kenaikan tertinggi dalam empat dekade lebih, sedangkan tingkat pembunuhan dengan senjata naik 7,6 persen.
"Senjata, sekali lagi, menjadi penyebab utama kematian di kalangan anak-anak dan remaja pada 2021, melampaui kematian COVID-19, kecelakaan mobil atau kanker," tulis laporan tersebut.
Riset itu juga memperlihatkan bahwa warga kulit hitam di AS secara tidak seimbang lebih terdampak pembunuhan dengan senjata. Menurut laporan tersebut, warga kulit hitam hampir 14 kali lebih mungkin tewas akibat kekerasan senjata dibanding orang kulit putih.
"Anak muda kulit hitam (usia 15-34) secara tidak seimbang terdampak--meski mereka mewakili 2 persen dari total populasi di AS, mereka menyumbang 36 persen dari semua pembunuhan senjata pada 2021. Tingkat pembunuhan senjata api terhadap mereka 24 kali lebih tinggi dibanding terhadap kulit Putih di kelompok usia yang sama," tulisnya.
Laporan tersebut juga mendesak pembuat kebijakan untuk membahas akses mudah dan ketersediaan senjata api, yang menurut mereka mendorong tingginya tingkat bunuh diri dan pembunuhan di AS.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Barang Wajib Punya 2026: Jaket Nike Tech Presiden Maduro saat Diculik Pasukan Delta Force Viral dan Sold Out di AS
-
Kronologi Anggota Pasukan Bela Diri Jepang Masuk Tanpa Izin ke Kedubes China
-
Kapal Fregat Pertama Buatan PT PAL Resmi Diluncurkan, Diberi Nama KRI Balaputradewa-322
-
Realme P4 Power 5G, Ponsel dengan Baterai 10.001mAh Pertama di Dunia
-
Jalan Thamrin dan Sudirman Akan Ditutup
-
Dosen ULM Bangun Orchidarium Khas Hutan Meratus di Taman Biodiversitas Kalsel
-
Dorong Substitusi Impor, Kemenperin Pertemukan Industri Produsen dan Pengguna Pati Ubi Kayu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.