Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

CIPS nilai harmonisasi kebijakan modal hadapi ketidakpastian global

📅 Kamis, 08 Jun 2023, 23:38 WIB | Oleh:
CIPS nilai harmonisasi kebijakan modal hadapi ketidakpastian global Doc: ANTARA/Kuntum Riswan
Ket. Tangkapan layar Peneliti CIPS Hasran saat diskusi daring CIPS bertajuk "Pentingnya Perdagangan bagi UMK di Sektor F&B Indonesia”, Rabu (15/2/2023).

Jakarta - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies(CIPS) Hasran menilai harmonisasi kebijakan perdagangan dan kebijakan pangan dibutuhkan sebagai modal untuk menghadapi ketidakpastian global.

"Kesinambungan keduanya diperlukan karena fluktuasi harga pangan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang ada pada sektor pertanian, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor global karena kini semuanya saling terhubung," ujar Hasran dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Di tengah semakin menguatnya kecenderungan negara-negara untuk menjalankan kebijakan proteksionis, ia mengatakan Indonesia perlu menjaga komitmen terhadap perdagangan internasional, sehingga tidak menjalankan kebijakan yang proteksionis dan mengurangi hambatan-hambatan non-tarif yang dapat mempengaruhi kestabilan harga dan kecukupan stok pangan di pasar.

Perdagangan pangan internasional harus tetap berjalan untuk mencegah terjadinya krisis pangan. Kebijakan perdagangan idealnya perlu semakin terbuka dan tidak proteksionis terutama dalam menyikapi dampak pandemi COVID-19.

Semua negara perlu terhubung dalam hal perdagangan pangan. Hal ini bisa memperkecil terjadinya krisis pangan, yang mungkin saja sudah dimulai dengan adanya perubahan iklim.



Selain itu, lanjut Hasran, perdagangan internasional perlu tetap dijalankan sembari menjalankan kebijakan yang fokus pada peningkatan produktivitas pangan dalam negeri.

Ia mencontohkan, beberapa kebijakan yang berorientasi pada peningkatan produktivitas pangan dalam negeri, seperti meningkatkan intensifikasi, membuka akses petani kepada input pertanian berkualitas, dan membuka kesempatan investasi pada sektor ini supaya terjadi transfer teknologi dan modernisasi.

Modernisasi pertanian dan transfer teknologi akan berdampak positif kepada para petani dan kesejahteraan mereka, karena kedua hal ini diharapkan bisa membuat ongkos produksi lebih efisien dan meningkatkan kualitas pangan yang dihasilkan.

"Pasokan pangan perlu terus dijaga untuk menjamin keterjangkauan masyarakat pada pangan, terutama mereka yang berpenghasilan rendah. Kenaikan sedikit akan sangat mempengaruhi daya beli dan pilihan konsumsi pangan pada mereka, yang pada jangka panjang dapat menyebabkan malnutrisi," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.