Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konsumsi Mulai Menurun, Laju Inflasi Melambat

📅 Selasa, 06 Jun 2023, 01:29 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Konsumsi Mulai Menurun, Laju Inflasi Melambat Doc: ANTARA/Imamatul Silfia
Ket. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini memberikan pemaparan dalam konferensi pers Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2023 di Jakarta, Senin (5/6/2023).

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Mei 2023 tercatat sebesar 0,09 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), menjadi yang terendah sejak Januari 2023. Pelambatan laju inflasi seiring dengan penurunan konsumsi pada Mei 2023 usai Idul Fitri yang jatuh pada 22 April 2023 lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam Rilis Perkembangan Indeks Harga Konsumen Mei 2023 di Jakarta, Senin, (5/6) mengatakan setelah Lebaran 2023, tingkat inflasi mulai melemah, bahkan merupakan yang terendah sejak Januari 2023.

Faktor pendorong utama penurunan inflasi pada Mei 2023 adalah kelompok transportasi serta pakaian dan alas kaki yang masing-masing mengalami deflasi sebesar 0,56 persen dan 0,46 persen secara bulanan.

Sedangkan komoditas penyumbang deflasi utama pada Mei 2023 adalah tarif angkutan udara yang tercatat sebesar 5,26 persen dengan andil 0,06 persen. Selain itu, penyumbang deflasi lainnya adalah cabai merah dengan kontribusi 0,04 persen, tarif angkutan antar kota 0,02 persen, cabai rawit 0,02 persen, dan bayam 0,00 persen.

Peneliti Ekonomi Indef, Nailul Huda, mengatakan secara bulanan month-to-month (mtm) maupun year-on-year (yoy) mengalami penurunan yang memang cukup bagus bagi perekonomian karena harga barang menjadi lebih murah.

Namun, jika melihat lebih detail, ada komponen yang memberikan andil inflasi yang cukup tinggi, yaitu makanan, minuman, dan tembakau.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Teuku Riefky, mengatakan kondisi tersebut sebetulnya menandakan bahwa usaha pemerintah dan BI dalam mengendalikan inflasi sudah mulai terlihat. Secara tahunan inflasi sekarang sudah di angka 4 persen.

Secara tahunan menandakan inflasi kembali ke target rance Bank Indonesia (BI) setelah melewati fase musiman Ramadan dan Lebaran, kita bisa melihat bahwa ke depan inflasi seharusnya terus turun ke level 2-4 persen.

"Ini pertanda bagus bagi perekonomian karena effort dari pemerintah ini sudah menunjukkan hasil yang sesuai target," papar Riefky.

"Volatile Food"

Diminta terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y Sri Susilo, mengatakan ada tiga faktor kenapa inflasi Mei jadi terendah sejak Januari. Pertama, volatile food relatif terjaga pasokannya sejak di masa jelang Lebaran. Meski ada kenaikan harga di beberapa komoditas, namun angkanya tidak setinggi di masa jelang Lebaran sebelum-sebelumnya.

Kedua, untuk harga-harga administrative goods atau barang dan komoditas yang harganya diatur pemerintah, juga mengalami penurunan harga.

Faktor ketiga, jelas Susilo, adalah tekanan dollar AS sudah bisa dikendalikan oleh otoritas moneter sehingga harga barang-barang impor terjaga.

"Ke depan, tantangannya ada di tekanan dollar (AS). Otoritas moneter benar-benar diuji untuk menjaga rupiah," tandas Susilo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.