Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beban 'Hutan Beton' Tenggelamkan Kota New York

📅 Senin, 05 Jun 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Asia tenggara banyak ditampilkan dalam daftar kota yang mengalami penurunan muka tanah paling cepat. Sebagian Jakarta mengalami penurunan antara 2-5 sentimeter per tahun. Selain Jakarta, adalah Manila (Filipina), Chittagong (Bangladesh), Karachi (Pakistan) dan Tianjin (Tiongkok). Kota-kota ini sudah mengalami kerusakan infrastruktur dan banjir yang sering terjadi.

Sementara itu, meskipun tidak berada di pantai, Mexico City tenggelam dengan kecepatan 50 sentimeter per tahun. Hal ini karena Spanyol yang mengeringkan akuifer di bawahnya ketika mereka menempatinya sebagai koloni. Penelitian telah menyarankan perlu waktu 150 tahun lagi sebelum tenggelam itu berhenti dan sekitar 30 meter penurunan muka tanah tambahan.

Namun kota-kota pesisirlah yang menjadi fokus studi D'Hondt dan rekan-rekannya. Sebagian besar Semarang di Indonesia, misalnya, tenggelam dengan kecepatan 2-3 sentimeter per tahun, sementara sebagian besar wilayah di utara Teluk Tampa, Florida, tenggelam dengan kecepatan 6 milimeter setiap tahun. "Beberapa tingkat penurunan ini terjadi secara alami," kata Wei.

Namun, hal ini dapat dipercepat oleh manusia tidak hanya oleh beban bangunan, tetapi juga oleh ekstraksi air tanah dan produksi minyak dan gas yang berada di kedalaman. Kontribusi relatif dari masing-masing fenomena ini, bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. "Menjadikannya tugas yang menantang untuk memahami dan mengatasi penurunan muka tanah pesisir," kata dia.

Efek pertama dari kenaikan relatif permukaan laut, kata D'Hondt, terjadi di bawah permukaan. "Anda telah mengubur saluran utilitas, infrastruktur yang terkubur, pondasi bangunan yang terkubur, dan kemudian, air laut mulai bekerja dengan hal-hal itu jauh sebelum Anda melihatnya di atas tanah," ungkap dia seraya mengatakan bahwa saat semua ini berlangsung, badai membawa air semakin jauh ke dalam wilayah perkotaan. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.