Tindakan Tegas, AS Umumkan Sanksi Awal Terhadap Pelaku Perang Sudan

Sabtu, 03 Jun 2023, 01:04 WIB

Washington - Tindakan tegas. Amerika Serikat pada Kamis (1/6) mengumumkan gelombang tahap awal sanksi terhadap para pelaku perang di Sudan setelah gagalnyaproses pembicaraan antara militer Sudan dan lawannya yaitu pihak pasukan paramiliter.

Sanksi tersebut diumumkan kurang dari sebulan setelah Presiden Joe Biden mengumumkan perluasan otoritas yang membuka pintu bagi AS untuk menjatuhkan sanksi pada entitas di Sudan.

Sanksi tersebut juga menjadi peringatan bagi pihak yang bertikai di sana.

"Hari ini, kami menindaklanjuti dengan memberlakukan sanksi ekonomi, pembatasan visa terhadap para aktor yang membuat kekerasan terus terjadi, dan merilis Rekomendasi Usaha yang diperbarui bagi Sudan," kata Penasehat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan dalam sebuah pernyataan.

"Perang yang terjadi di Sudan antara tentara Sudan dengan Pasukan Dukungan Cepat adalah sebuah tragedi yang telah mengorbankan banyak nyawa, itu harus berakhir," tambah Sullivan.

Hukuman yang dikenakan termasuk sanksi ekonomi dan visa, dan sedang diberlakukan sebagai tanggapan atas pelanggaran kewajiban yang dilakukan Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) selama negosiasi yang ditengahi AS dan Saudi di Jeddah, Arab Saudi.

Gencatan senjata selama tujuh hari yang dimediasi Arab Saudi dan AS antara kedua pihak berakhir pada Senin. Kedua pihak bertikai sepakat memperpanjang perjanjian hingga lima hari lagi, namun pembicaraan damai gagal dilanjutkan pada Rabu ketika SAF mengumumkan pengunduran diri.

SAF mengatakan RSF gagal mengimplementasikan "setiap ketentuan perjanjian dan terus-menerus melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata."

Keputusan itu datang ketika pertempuran sengit meletus antara militer dan tentara RSF di ibukota Khartoum dan ibukota negara bagian Kordofan Utara, El-Obeid.

Departemen Keuangan secara terpisah memberi sanksi kepada empat perusahaan Sudan diduga membantu SAF dan RSF. Di antaranya termasuk Sistem Industri Pertahanan (DIS), perusahaan militer Sudan terbesar dengan perkiraan pendapatan mencapai 2 miliar dolar AS (sekitar Rp29,9 triliun), dan Sudan Master Technology, sebuah perusahaan senjata dengan saham di beberapa anak perusahaan DIS.

Selain itu, ada Al Junaidi Multi Activities, sebuah perusahaan induk yang terkait dengan Komandan RSF Mohamed Hamdan Dagalo dan saudaranya, Wakil Komandan RSF Abdul Rahim Dagalo; dan Tradive General Trading, sebuah perusahaan yang dikendalikan Mayor RSF Algoney Hamdan Dagalo, juga masuk daftar sanksi.

"Melalui sanksi, kami memotong keuangan utama yang mengalir baik untuk Pasukan Dukungan Cepat ataupun Angkatan Bersenjata Sudan, merampas sumber daya yang dibutuhkan untuk membayar tentara, mempersenjatai kembali, memasok kembali, dan berperang di Sudan," kata Menteri Keuangan AS Janet Yellen dalam sebuah pernyataan.

Departemen Negara Bagian, Perbendaharaan, Perdagangan, dan Perburuhan, serta Badan Pembangunan Internasional AS mengeluarkan rekomendasi usaha bersama yang memperingatkan perusahaan-perusahaan AS tentang meningkatnya risiko menjalankan bisnis di Sudan. Rekomendasi itu memperingatkan secara eksplisit bahaya perdagangan di sektor pertambangan, dan bisnis dengan RSF dan SAF.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.