Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dolar Naik, Didukung Kesepakatan Plafon Utang AS

24 Senin, 29 Mei 2023, 09:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dolar Naik, Didukung Kesepakatan Plafon Utang AS Dolar Naik, Didukung Kesepakatan Plafon Utang AS Doc: ANTARA/Rosa Panggabean
Ket. Petugas menghitung mata uang dolar AS di Mandiri Cash Center di Plaza Mandiri, Jakarta.

SINGAPURA - Dolar AS naik di awal sesi Asia pada perdagangan Senin (29/5) pagi, karena ketahanan ekonomi di Amerikameningkatkan ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve, sementara berita kesepakatan plafon utang memicu beberapa sentimen risiko.

Greenbackmembukukan tertinggi baru enam bulan di 140,91 yen di awal perdagangan Asia dan menuju kenaikan bulanan lebih dari 3,0 persen terhadap mata uang Jepang.

Penurunan baru yen terjadi di balik kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, karena taruhan meningkat bahwa suku bunga di Amerika Serikat akan tetap lebih tinggi lebih lama.

Data yang dirilis pada Jumat (26/5) menunjukkan belanja konsumen Amerika meningkat lebih dari yang diharapkan pada April dan inflasi meningkat, menambah tanda-tanda ekonomi yang masih tangguh.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak karena data, dengan imbal hasil dua tahun, yang biasanya mencerminkan ekspektasi suku bunga jangka pendek, naik lebih dari 10 basis poin ke level tertinggi lebih dari dua bulan di 4,639 persen pada Jumat (26/5).

Obligasi pemerintah AS tidak diperdagangkan di Asia pada Senin, sehubungan dengan liburan Memorial Day di Amerika Serikat, sementara kontrak berjangka secara umum stabil. Imbal hasil tersirat berjangka sepuluh tahun mencapai 3,84 persen.

Pasar Inggris juga ditutup pada Senin untuk liburan umum.

Terhadap dolar, euro turun 0,13 persen menjadi 1,0719 dolar, sementara sterling turun 0,07 persen menjadi 1,2342 dolar.

"Apakah dolar menopang reli yang kita lihat, saya pikir itu akan tergantung terutama pada data upah, atau pendapatan rata-rata dalam laporan gaji Jumat (2/5), dan jelas kita juga memiliki IHK sebelum Fed," kata Ray Attrill, kepala strategi valas di National Australia Bank (NAB).

"Masih banyak data mengalir sebelum kita sampai ke pertemuan bulan Juni."

Pasar uang sekarang memperkirakan peluang hampir 68 persen bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juni, dibandingkan dengan peluang sekitar 17 persen seminggu yang lalu, menurut alat CME FedWatch.

Sentimen risiko di Asia didukung oleh berita pada akhir pekan bahwa Presiden AS Joe Biden telah menyelesaikan kesepakatan anggaran dengan Ketua DPR Kevin McCarthy untuk menangguhkan plafon utang 31,4 triliun dolar AS hingga 1 Januari 2025.

Biden mengatakan pada Minggu (28/5) bahwa kesepakatan itu siap untuk dibawa ke Kongres untuk pemungutan suara.

Dolar Australia dan Selandia Baru yang sensitif terhadap risiko sedikit lebih tinggi, dengan dolar Australia naik 0,17 persen menjadi 0,6529 dolar AS. Kiwi naik 0,08 persen menjadi 0,6052 dolar AS.

"Sejauh ini kami mendapat respons positif risiko terhadap berita kesepakatan utang," kata Attrill dari NAB.

"Jelas masih ada kebutuhan untuk menyelesaikan kesepakatan utang ini, tapi saya pikir pasar senang melakukan perjalanan dengan anggapan bahwa itu akan selesai sebelum tanggal-X yang baru."

Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada Jumat (26/5) mengatakan pemerintah akan gagal bayar jika Kongres tidak menaikkan plafon utang 31,4 triliun dolar AS pada 5 Juni, setelah sebelumnya mengatakan gagal bayar bisa terjadi paling cepat 1 Juni.

Terhadap sekeranjang mata uang, dolar AS naik 0,02 persen menjadi 104,29.

Di tempat lain, lira Turki berada di bawah tekanan pada 20,04 per dolar AS, setelah merosot ke rekor terendah 20,06 per dolar pada Jumat (26/5)

Presiden Tayyip Erdogan mengamankan kemenangan dalam pemilihan presiden negara itu pada Minggu (28/5), memperpanjang pemerintahannya yang semakin otoriter menjadi dekade ketiga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Nasional
Kemnaker Imbau Pekerja Wasp...

LA Lakers Bangkit Kalahkan LA Clippers

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
LA Lakers Bangkit Kalahkan ...

Janice Tjen Juarai Ganda Putri Japan Open 2026

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Juarai Ganda Pu...
Daerah
Asap Karhutla Pekat Menyeli...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.