Cegah Imigran Gelap, AS Terbitkan 30.000 Visa untuk Warga Kuba Tahun ini

Sabtu, 27 Mei 2023, 11:45 WIB

HAVANA - Amerika Serikat telah mengeluarkan hampir 30.000 visa untuk warga negara Kuba sejak Januari di bawah aturan masuk baru yang bertujuan menghentikan migrasi ilegal, kata wakil duta besar AS untuk Havana Benjamin Ziff kepada AFP, Jumat (26/5).

Tahun lalu, sekitar 300.000 orang Kuba melakukan perjalanan secara ilegal ke Amerika Serikat.

Ket. Foto: Gedung kedubes AS di Havana, Kuba sebelum pengibaran bendera pada 2015. — Sumber: AP/Pablo Martinez

Pada bulan Januari, kedutaan besar AS di Havana melanjutkan pemberian visa bagi warga Kuba, empat tahun setelah misi ditutup di tengah serangkaian "serangan sonik" misterius terhadap staf diplomatik.

Ziff tidak mengatakan berapa banyak orang Kuba yang telah mengajukan visa hingga saat ini.

Namun dia mengatakan penerbitan visa pariwisata dan bisnis tetap ditunda untuk saat ini.

"Saya memiliki kurang dari sepertiga staf yang saya miliki lima atau enam tahun lalu di bagian konsulat. Sampai saya memiliki staf penuh, saya tidak dapat melakukan layanan penuh," kata Ziff.

"Pemerintah Kuba tidak mengizinkan kami mendapatkan rumah untuk konsul yang masuk sehingga kami tidak dapat memiliki lebih banyak staf untuk operasi konsulat. Dan tidak mengizinkan kami mengimpor bahan untuk memperbaiki kedutaan.

"Ini sebenarnya lebih merupakan hambatan logistik daripada hambatan kebijakan," kata utusan itu.

Mantan presiden AS Donald Trump telah mengakhiri kebijakan keterbukaan terhadap Kuba yang diprakarsai oleh pendahulunya Barack Obama.

Saat Joe Biden menjabat pada awal 2021, dia berjanji akan meninjau kembali kebijakan AS terhadap Kuba.Tetapi kebijakannya mengeras setelah protes anti-pemerintah di pulau itu pada Juli 2021 dan tindakan keras selanjutnya terhadap perbedaan pendapat.

Washington dan Havana tahun lalu melanjutkan pembicaraan tentang masalah migrasi di tengah peningkatan tajam jumlah warga Kuba yang melarikan diri dari pulau itu dalam krisis ekonomi yang parah.

Ziff mengatakan jumlah migran ilegal yang menuju Florida dari Kuba telah menurun dalam lima bulan terakhir, dari "puluhan sehari" menjadi "lusinan seminggu."

Dan dia membantah tuduhan berulang dari Havana bahwa sanksi AS bertanggung jawab atas penerbangan migrasi tersebut.

"Pemerintah Kuba bertanggung jawab atas ekonomi Kuba," katanya.

"Kuba yang demokratis dan makmur bergantung pada Kuba, bukan pada Amerika Serikat. Migrasi bukanlah masalah ekonomi. Di Kuba, migrasi didorong oleh kurangnya harapan."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.