Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Handoko: BRIN Gencarkan Aksi Selamatkan Keanekaragaman Hayati

📅 Rabu, 24 Mei 2023, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Handoko: BRIN Gencarkan Aksi Selamatkan Keanekaragaman Hayati Doc: brin.go.id

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan terus menggencarkan aksi penyelamatan keanekaragaman hayati Indonesia agar terhindar dari risiko perubahan iklim dan degradasi lahan. Hal itu diutarakan kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, di Jakarta, Senin (22/5).

"Perubahan iklim dan degradasi lahan menjadi salah satu penyebab semakin hilangnya keanekaragaman hayati," kata Handoko.

Berdasarkan data Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services tahun 2018, ancaman terhadap keanekaragaman hayati di tingkat global mencapai rata-rata 25 persen. Kondisi ini mengindikasikan sekitar 1 juta spesies menghadapi kepunahan dalam beberapa dekade, bahkan 47 persen ekosistem alami telah mengalami penurunan.

Handoko mengatakan hal tersebut merupakan sebuah krisis global yang harus segera diatasi melalui upaya penyelamatan dan aksi konservasi keanekaragaman hayati.

"Kini keanekaragaman hayati menghadapi ancaman serius, seperti perubahan iklim, polusi, kehilangan habitat, dan eksploitasi sumber daya alam adalah beberapa faktor utama yang mengancam keberlanjutan kehati," tutur dia.

Handoko memastikan BRIN akan terus berkomitmen untuk mengadopsi praktik berkelanjutan, mempromosikan konservasi, dan meningkatkan kesadaran pentingnya keanekaragaman hayati melalui berbagai riset.

Di sisi lain, implementasi komitmen Indonesia terhadap kesepakatan pengelolaan keanekaragaman hayati global dalam kerangka Kunming Montreal Global Biodiversity Framework (GBF) memiliki kendala dan tantangan. Kapasitas kelembagaan, aspek regulasi, implementasi program di tingkat tapak, koordinasi antar-pemangku kepentingan dan berbagai isu lainnya menjadi tantangan dalam implementasi kesepakatan GBF di Indonesia.

Oleh sebab itu, BRIN akan menggencarkan penyebaran dan pertukaran informasi terkini tentang aksi-aksi penyelamatan keanekaragaman hayati yang sudah dilakukan di tingkat nasional maupun lokal. Tak hanya itu, peran teknologi juga sangat diperlukan untuk memaksimalkan upaya pemanfaatan sumber daya kehati yang berkelanjutan.

Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Agus Haryono menjelaskan pihaknya memiliki berbagai program pendanaan riset dan inovasi bekerja sama dengan LPDP seperti Program Penghargaan kepada penggerak Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM).

Kemudian, program Fasilitasi Pengujian Produk Inovasi Kesehatan dan Pangan serta Program Pendanaan Riset dalam lima skema yang terdiri atas RIIM-Kompetisi, RIIM-Invitasi, RIIM-Ekspedisi, RIIM-PPBR (RIIM-Startup), dan RIIM Kolaborasi Internasional.

"Kami akan membuka call for proposal untuk RIIM-Ekspedisi sebagai aksi nyata pemanfaatan dan perlindungan biodiversitas Indonesia. Seluruh informasinya disampaikan melalui laman pendanaan-risnov.brin.go.id," ucap Agus. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.