Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penguatan Atasi Kekerdilan Anak, BKKBN Sulsel Optimalkan Peran Kader Bina Keluarga Balita untuk Cegah Stunting

📅 Senin, 22 Mei 2023, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penguatan Atasi Kekerdilan Anak, BKKBN Sulsel Optimalkan Peran Kader Bina Keluarga Balita untuk Cegah Stunting Doc: Antara/Suriani Mappong
Ket. Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Hj Andi Ritamariani.

Makassar - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BKKBN Sulsel) mengoptimalkan peran kader Bina Keluarga Balita (BKB) untuk mencegah Stunting.

"Untuk itu kami mengelar kegiatan peningkatan kapasitas pelaksana Program Percepatan Penurunan Stunting bagi BKB," kata Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Hj Andi Ritamariani di Makassar, Ahad.

Sebanyak 72 peserta hadir pada kegiatan itu, terdiri dari Pengelola BKB, Penyuluh KB dan Kader BKB lokus pro PN dari perwakilan 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Andi Rita mengatakan, ada beberapa faktor penyebab terjadinya stunting, di antaranya praktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah melahirkan.

"Orang tua sangat penting memahami Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam mengasuh anak dan mengembangkan potensi anak secara optimal," katanya.

Menurut dia, pola pengasuhan yang baik bukan hanya menjadi tanggung jawab tunggal seorang ibu, tetapi diperlukan peran ayah dalam pengasuhan tersebut.

Andi Rita menambahkan, Program BKB sangat strategis dalam mendorong kesertaan anggota kelompok yang memiliki balita dan anak untuk mengoptimalkan pengasuhan dan pembinaan anak, mempersiapkan keluarga yang berkualitas, sehingga anak yang dilahirkan tidak stunting.

Berdasarkan data hasil Pendataan Keluarga pada 2021 PK21 jumlah Balita se-Sulsel sebesar 485.491orang, sedangkan jumlah kelompok BKB saat ini sebanyak 3.108 orang yang tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulsel.

"Setiap kader BKB agar dapat memberikan pendampingan dan edukasi kepada anggota kelompoknya, informasi seperti pentingnya pola asuh dan pola makan yang baik dan benar, bagaimana berperilaku hidup bersih dan sehat" tutur Andi Rita.

Adapun angka prevalensi Stunting Sulsel berdasarkan data SSGI tahun 2022 masih berada di angka 27,2 persen turun 0,2 persen dari 27,4 persen pada 2021.

Melalui pengasuhan anak yang baik dan pemberian gizi yang tepat dan seimbang dapat mencegah anak dari stunting, sehingga angka prevalensi stunting dapat diturunkan sesuai target pemerintah 14 persen pada 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.