• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tidak Semua Talasemia Berg...

Tidak Semua Talasemia Bergantung pada Transfusi Darah  

Minggu, 21 Mei 2023, 19:19 WIB

JAKARTA - Indonesia termasuk salah satu negara yang masuk dalam sabuk talasemia. Yayasan Thalassemia Indonesia (YTI) memperkirakan prevalensi penyakit itu antara 5-7 persen atau sebanyak 14 juta jiwa.

Data YTI menjelaskan 70 persen saudara kandung penyandang (ring 1) adalah pembawa sifat. Meskipun prevalensinya tinggi, masih banyak orang di Indonesia yang belum mengetahui tentang talasemia, termasuk penyebab, gejala, hingga pengobatannya.

Ket. Foto: thalasemia — Sumber: ISTIMEWA

"Talasemia bukan merupakan penyakit yang menular. Talasemia adalah kelainan pada darah yang diturunkan, jadi merupakan penyakit keturunan. Jadi bukan penyakit infeksi, atau yang ditularkan melalui virus, atau ditularkan dari jamur dan parasit," ujar Medical Manager PT Kalbe Farma Tbk, dr. Hastarita Lawrenti, melalui keterangan tertulis Rabu (18/5).

Ia menjelaskan bahwa penyakit ini adalah kelainan genetik yang disebabkan oleh gangguan produksi globin, protein yang membantu membawa oksigen dalam sel darah merah. Ketika tubuh tidak memproduksi cukup globin, sel darah merah menjadi rapuh dan rusak, sehingga menyebabkan anemia atau kondisi tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh.

Ada dua jenis talasemia berdasarkan kebutuhan transfusi darah, yaitu talasemia yang tidak bergantung pada transfusi dan talasemia yang bergantung pada transfusi. Talasemia yang bergantung pada transfusi lebih berat dan membutuhkan transfusi darah secara teratur untuk bertahan hidup.

Talassemia juga dapat dikategorikan berdasarkan jenis globin yang terpengaruh oleh mutasi genetik. Jika mutasi mempengaruhi globin alfa, maka disebut talasemia alfa. Sedangkan talasemia beta, terjadi jika mutasi terjadi pada globin beta.

"Tingkat keparahan talasemia juga dapat diklasifikasikan sebagai talasemia minor, talasemia intermedia, dan talasemia mayor. Talasemia minor adalah bentuk yang paling ringan dan biasanya tidak menimbulkan gejala atau gejala ringan," papar dr. Hastarita.

Talasemia intermedia adalah bentuk penyakit sedang yang tidak memerlukan transfusi darah secara teratur. Sedangkan talasemia mayor adalah bentuk yang paling parah dan memerlukan transfusi darah yang sering.

Menurut dr. Rita, gejala paling umum dari talasemia adalah kelelahan, kulit pucat, sesak napas, dan kulit menguning karena pemecahan sel darah merah. Anak dengan talasemia juga dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan dan kelainan bentuk tulang, terutama pada bagian wajah. Pada kasus yang parah, tubuh dapat memproduksi sel darah merah secara berlebihan, yang menyebabkan pembesaran limpa atau hati.

Diagnosis dini sangat penting bagi penderita talasemia untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan menangani gejala-gejala yang muncul secara efektif. Talasemia dapat didiagnosis melalui kombinasi pemeriksaan fisik, tes darah, dan tes genetik. Penting juga untuk mengetahui riwayat kesehatan keluarga dan mendiskusikannya dengan dokter.

Sementara itu, untuk pengobatan talasemia di Indonesia saat ini hanya tersedia terapi suportif berupa transfusi darah dan kelasi besi. Kelasi besi yang tersedia ada tiga macam, Transfusi darah dan obat kelasi besi untuk talasemia ini sudah dicover pemerintah dalam sistem BPJS.

"Maka penting untuk memiliki keanggotaan BPJS sedini mungkin," tutup Apt. Inneke Devi Permatasari, S.Farm dari Komunitas Peduli Thalassemia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.