Tingkatkan Kualitas SDM, Kemenko PMK Ajak Pemuda Berperan Aktif Dalam Program Mitigasi Bencana
Sabtu, 20 Mei 2023, 00:06 WIBJakarta - Tingkatkan kualitas SDM. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengajak generasi muda untuk turut berperan aktif dalam program mitigasi bencana.
"Generasi muda dapat menjadi agen perubahan, dan berperan aktif dalam program mitigasi bencana," kata Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Kemenko PMK Letjen TNI (Purn) Sudirman di Jakarta, Jumat.
Sudirman menambahkan, Kemenko PMK mendorong generasi muda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan, khususnya yang tergabung dalam Gerakan Pramuka untuk terlibat dalam program mitigasi dan penanggulangan bencana.
"Hal ini sejalan dengan misi Gerakan Pramuka, yakni mengarahkan dan menjadikan kaum muda sebagai pelopor perubahan yang lebih inovatif dan relevan sesuai dengan marwah Gerakan Pramuka yang berkarakter berkebangsaan dan memiliki kecakapan," katanya.
Sudirman mengatakan, program mitigasi dan penanggulangan bencana memerlukan strategi dan kebijakan yang melibatkan banyak pihak, termasuk kalangan pemuda.
"Berbagai kebijakan telah dikeluarkan sebagai upaya mitigasi dan penanggulangan bencana, kendati demikian dalam pelaksanaannya membutuhkan adanya penguatan sinergi berbagai pihak," katanya.
Penyelenggaraan program mitigasi dan penanggulangan bencana, kata dia, merupakan urusan bersama yang saat ini diterjemahkan sebagai kolaborasipentahelixyang terdiri dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media massa.
Oleh karena itu, kata dia, Kemenko PMK berharap peran pemuda bisa terus diperkuat untuk mendukung program mitigasi dan penanggulangan bencana, khususnya di daerah-daerah rawan bencana.
"Gerakan Pramuka diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam upaya-upaya yang dapat disalurkan melalui pembekalan pengetahuan, peningkatan keterampilan, serta penguatan jiwa kerelawanan, dan kompetensi kesiapsiagaan bencana para pembina Pramuka," katanya.
Sementara itu, akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr Indra Permanajati mengatakan, konseppentahelixatau kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak menjadi kunci utama dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana.
"Konseppentahelixatau kolaborasi yang melibatkan berbagai unsur yakni pemerintah, media massa, akademisi, komunitas, dan dunia usaha merupakan formulasi yang tepat," kata Indra Permanajati.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Sungai Rhein Mengering, Stok BBM Jerman Mulai Terancam
-
Kepala Museum NTB ungkap temuan Songket Lombok jejak burung endemik
-
Kemarau Panjang Ancam Kalimantaran Timur, BMKG Peringatkan Warga
-
Kolombia Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,4 Lumpuhkan Kota, Puluhan Warga Terjebak Reruntuhan
-
BIAS 2026 di Cimahi Sasar 16.723 Siswa SD dan SMP
-
Gempa Venezuela Telah Menelan hamper 5.000 Korban Jiwa
-
Kiai Asep Ingatkan Agar Muktamar Jombang Tidak Menjadi Ajang Perebutan Kepentingan Kelompok untuk Kuasai NU
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.