Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Makin Terjepit, G7 Akan Batasi Akses Rusia Ke Sistem Keuangan Global

📅 Sabtu, 20 Mei 2023, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Makin Terjepit, G7 Akan Batasi Akses Rusia Ke Sistem Keuangan Global Doc: Antara/Yegor Aleyev/TASS
Ket. Arsip - Tangki penyimpanan minyak mentah di kompleks penyulingan minyak dan petrokimia Taneco di Tatneft, 18 Agustus 2021.

Washington - Makin terjepit. Kelompok tujuh negara kaya (G7) akan memutuskan dalam pertemuan puncak di Hiroshima, Jepang, untuk membatasi akses Rusia ke sistem keuangan global dan membekukan aset-asetnya di Barat, menurut pejabat AS.

Konferensi tingkat tinggi (KTT) itu juga akan memutuskan soal ketergantungan negara-negara G7 pada pasokan energi Rusia dan tindakan lain terhadap Moskow terkait operasi militernya di Ukraina.

Dalam arahan via telepon kepada pers terkait partisipasi Presiden AS Joe Biden di KTT G-7 itu, sang pejabat mengatakan bahwa G7 bermaksud memblokir aset Rusia hingga Moskow menghentikan operasi militer di Ukraina.

"Anda akan melihat, pertama, beberapa upaya signifikan untuk menghambat lebih jauh kemampuan Rusia mendapatkan input (dana) untuk perangnya," kata pejabat itu, seperti dikutip kantor berita Rusia Itar-Tass, Jumat.

"Kedua, Anda akan melihat upaya untuk menutup celah pengelakan (sanksi). Ketiga, kami akan berupaya mengurangi ketergantungan terhadap energi Rusia. Keempat, kami akan melanjutkan upaya menekan akses Rusia ke sistem keuangan internasional," katanya.

"Kelima, Anda akan melihat komitmen tanpa henti untuk membuat aset Rusia tidak dapat bergerak hingga perang berakhir," kata dia.

Pejabat itu juga mengatakan akan ada tindakan untuk mendukung prinsip-prinsip tersebut yang akan diartikulasikan dalam pernyataan Ukraina.

Dia menambahkan bahwa ada sekitar 300 sanksi terhadap individu, entitas, kapal, dan pesawat Rusia yang akan diumumkan.

"(Tindakan) Ini menyasar pengelakan (sanksi), fasilitator keuangan, kemampuan Rusia mengekstraksi energi di masa depan, dan aktor lain yang membantu perang," kata pejabat itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.