Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Capai 68,82 Juta Warga, Penerima Vaksin COVID-19 Dosis Penguat

📅 Jumat, 19 Mei 2023, 20:14 WIB | Oleh:
Capai 68,82 Juta Warga, Penerima Vaksin COVID-19 Dosis Penguat Doc: ANTARA/HO-Satgas COVID-19
Ket. Data situasi COVID-19 di Indonesia, Jumat (19/5/2023) yang dihimpun Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19.

JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat penerima vaksin COVID-19 dosis ketiga atau penguat pertama hingga Jumat, pukul 12.00 WIB mencapai 68,82 juta warga Indonesia.

Keterangan Satgas Penanganan COVID-19 yang diterima di Jakarta, Jumat, menyebutkan jumlah warga Indonesia yang telah menerima dosis penguat mencapai 68.827.610 jiwa dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19 tercatat 234.666.020 orang.

Satgas COVID-19 juga mencatat pencapaian vaksinasi dosis keempat atau dosis penguat kedua berjumlah 3.174.811 orang.

Penerima vaksin dosis kedua berjumlah 174.887.905 orang, sedangkan dosis pertama mencapai 203.841.956 orang.

Angka kesembuhan COVID-19 bertambah 1.081 orang sehingga total kesembuhan sejak Maret 2020 menjadi 6.623.548 orang.

Penambahan kasus harian COVID-19 tercatat 518 orang sehingga total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 mencapai 6.800.943 orang, sedangkan kasus meninggal ada penambahan lima orang sehingga total menjadi 161.658 orang.

Satgas COVID-19 juga mencatat jumlah kasus aktif yang mencakup penderita COVID-19 yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri pada hari ini 15.737 kasus aktif, turun 568 orang dibandingkan hari sebelumnya, Kamis (18/5).

Selain itu terdapat 1.155 orang yang masuk dalam kategori suspek. Hasil tersebut didapat setelah dilakukan pengujian pada hari ini terhadap 10.928 spesimen.

Kepala Departemen Corporate Communication Bio Farma Iwan Setiawan mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan produksi vaksin COVID-19 untuk menyokong kebutuhan jangka panjang di Indonesia.

"Produksi vaksin untuk COVID-19 disesuaikan dengan kapasitas di Bio Farma. Itu sebetulnya mengikuti dari apa yang diperlukan atau dibutuhkan Kementerian Kesehatan," katanya.

Sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Bio Farma berkomitmen untuk memprioritaskan kebutuhan produksi vaksin dalam negeri yang disesuaikan dengan permintaan Kemenkes RI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.