Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Eksekusi Mati Tahun 2022 Meningkat Drastis

📅 Rabu, 17 Mei 2023, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Eksekusi Mati Tahun 2022 Meningkat Drastis Doc: AFP/RONALDO SCHEMIDT
Ket. Sekjen Amnesty International, Agnes Callamard

LONDON - Eksekusi mati yang tercatat di seluruh dunia mencapai 883 orang pada tahun lalu dan angka itu merupakan yang tertinggi sejak 2017, lapor Amnesty International yang dirilis Selasa (16/5).

Pada 2022 sebanyak 20 negara yang diketahui telah mengalami peningkatan eksekusi mati sebesar 53 persen dari 12 bulan sebelumnya, kata institusi pemantau hak asasi global itu. "Angka itu tidak termasuk ribuan tahanan yang dihukum mati secara diam-diam di Tiongkok, namun menghitung 81 orang yang dieksekusi dalam satu hari di Arab Saudi, tambah institusi itu.

Tiongkok diyakini memimpin dalam peringkat yang mengerikan ini, yang kemudian diikuti Iran (576 eksekusi mati), Arab Saudi (196 eksekusi mati), Mesir (24 eksekusi mati) dan AS (18 eksekusi mati).

"Hukuman mati juga digunakan secara luas di Korea Utara dan Vietnam, tetapi seperti halnya Tiongkok, angka-angka di sana tetap dirahasiakan," kata Amnesty Internasional dalam laporan tahunan tersebut, seraya menyebutkan bahwa negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara bersalah atas "pembunuhan besar-besaran" yang direstui negara dengan angka eksekusi yang melonjak terutama di Saudi, Iran, dan Mesir.

Sementara tindakan keras resmi terhadap perbedaan pendapat merupakan salah satu faktor peningkatan eksekusi dengan hampir 40 persen dari semua eksekusi yang diketahui adalah untuk pelanggaran terkait narkoba, termasuk 11 eksekusi mati di Singapura, ungkap Amnesty International.

"Yang penting, seringkali orang-orang dari latar belakang yang kurang beruntunglah yang secara tidak proporsional terpengaruh oleh hukuman yang tidak berperasaan ini," kata Sekjen Amnesty International, Agnes Callamard.

Secercah Harapan

Namun dalam laporannya, Amnesty International juga melaporkan adanya secercah harapan di enam negara yang sebagian atau seluruhnya menghapus hukuman mati tahun lalu. Negara-negara itu adalah Republik Afrika Tengah, Guinea Ekuatorial, Kazakhstan, Papua New Guinea, Sierra Leone, dan Zambia.

"Tindakan brutal negara-negara seperti Iran, Arab Saudi, serta Tiongkok, Korea Utara, dan Vietnam, sekarang menjadi minoritas," kata Callamard. "Negara-negara ini harus segera mengikuti perkembangan zaman, melindungi hak asasi manusia, dan melaksanakan keadilan daripada manusia," pungkas dia. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.