Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Vaksinasi Penguat Kedua di Indonesia Mencapai 3,17 Juta Penduduk

📅 Minggu, 14 Mei 2023, 19:08 WIB | Oleh:
Vaksinasi Penguat Kedua di Indonesia Mencapai 3,17 Juta Penduduk Doc: ANTARA/HO-Satgas COVID-19
Ket. Tangkapan layar Laporan Satgas Penanganan COVID-19 terkait laju vaksinasi dan angka kasus harian yang dilaporkan di Jakarta, Minggu (14/5).

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan jumlah penerima vaksinasi COVID-19 dosis penguat kedua hingga Minggu, mencapai 3.171.103 orang.

Keterangan Satgas Penanganan COVID-19 di Jakarta, Minggu, mencatat total jumlah penerima vaksin dosis penguat kedua tersebut bertambah pada hari ini sebanyak 976 orang, sedangkan capaian vaksinasi penguat pertama berjumlah total 68.819.022 orang setelah mengalami penambahan per hari ini 6.281 orang.

Untuk penerima vaksinasi dosis kedua berjumlah total 174.886.314 orang setelah mengalami penambahan hari ini sebanyak 1.157 orang, sedangkan dosis pertama mencapai 203.840.963 orang setelah mengalami penambahan hari ini 737 orang.

Total angka sasaran vaksinasi COVID-19 di Indonesia 234.666.020 orang.

Satgas Penanganan COVID-19 juga melaporkan angka kesembuhan COVID-19 bertambah 1.223 orang, sehingga total kesembuhan sejak Maret 2020 menjadi 6.617.548 orang.

Penambahan kasus harian COVID-19 mencapai 870 orang sehingga total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 mencapai 6.797.336 orang. Kasus meninggal ada penambahan 10 jiwa sehingga total menjadi 161.609 orang.

Satgas COVID-19 juga mencatat jumlah kasus aktif yang mencakup penderita COVID-19 yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri pada hari ini mencapai 18.179 kasus aktif, turun 363 orang dibandingkan sehari sebelumnya.

Selain itu, terdapat 969 orang yang masuk dalam kategori suspek. Hasil tersebut didapat setelah dilakukan pengujian pada hari ini terhadap 12.995 spesimen.

Dikonfirmasi secara terpisah, Juru Bicara Kementerian KesehatanMohammad Syahril mengatakan situasi COVID-19 di Indonesia mengalami penurunan angka kasus konfirmasi dari situasi usai libur Lebaran 2023 yang berada di angka rata-rata 2.000an kasus per hari.

"Batas aman di Indonesia yang menjadi panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berada di rata-rata 8.000an kasus. Saat ini kondisinya sangat terkendali," katanya.

Ia menambahkan vaksinasi COVID-19 tetap menjadi hal penting untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat jangka panjang.

"Meski kedaruratan COVID-19 internasional sudah dicabut, tapi kasus masih bersifat fluktuatif. Vaksinasi tetap menjadi hal penting untuk perlindungan dari sakit yang berat hingga masuk ke rumah sakit," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.