Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKKBN Sebut Keluarga Berkualitas Kunci Capai Target SGDs di 2023

📅 Kamis, 11 Mei 2023, 01:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
BKKBN Sebut Keluarga Berkualitas Kunci Capai Target SGDs di 2023 Doc: istimewa
Ket. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo

JAKARTA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebut bahwa keluarga yang berkualitas merupakan kunci utama Indonesia untuk bisa mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SGDs) pada tahun 2030.

"Untuk mencapai visi dan target SDGs 2030, kita harus mengupayakan agar keluarga-keluarga muda berkualitas sebab itu adalah kunci Indonesia Emas atau 100 tahun Indonesia merdeka," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di Jakarta, kemarin.

Hasto menuturkan salah satu visi pemerintah di tahun 2045 adalah sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berbudaya, dan menguasai Iptek. Dengan harapan di tahun 2045 atau ketika 100 tahun Indonesia merdeka akan tercipta generasi emas yang berdaulat, maju, adil, dan mandiri.

Dengan demikian pembangunan keluarga yang berkualitas, dituangkan ke dalam sejumlah target SDGs di tahun 2030 yang diantaranya adalah menghilangkan kelaparan dan menurunkan risiko kekurangan gizi, mengurangi rasio angka kematian Ibu, menurunkan angka kematian neonatal, serta akses kesehatan reproduksi yang universal.

Sebab pembangunan kualitas keluarga masih terkendala beberapa masalah kesehatan seperti angka stunting dan capaian I-Bangga yang masih perlu ditingkatkan.

Angka prevalensi stunting yang memang sudah turun menjadi 21,6 persen di tahun 2022 lalu, dinyatakan masih terbilang cukup tinggi karena melebihi ketentuan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang berada di batas 10 persen.

Kemudian capaian I-Bangga secara nasional saja pada tahun 2022 belum mencapai target 57. Angkanya masih berada di skala 56,07. Terlebih masih ada provinsi dengan nilai I-Bangga yang rendah seperti Papua, Papua Barat dan NTT.

Hasto menjelaskan semakin tinggi nilai I-Bangga sebuah daerah, maka kualitas keluarga yang ditunjukkan melalui ketentraman, kemandirian, dan kebahagiaan keluarga di daerah tersebut masuk dalam kategori tangguh. Sebaliknya, semakin rendah maka menunjukkan kualitas keluarga masuk kategori yang rentan dan memerlukan intervensi.

"Dikarenakan pembangunan keluarga adalah fondasi utama tercapainya kemajuan bangsa, tahun 2025-2035 merupakan fase puncak periode bonus demografi yang harus terus dikapitalisasi," katanya.

Dalam mendukung pemerintah mencapai target yang telah disepakati bersama itu, BKKBN mensinkronisasikan target SGDs dengan Program Bangga Kencana untuk menciptakan keluarga sehat, produktif, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.