Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saudi Mediasi Perundingan Gencatan Senjata

📅 Senin, 08 Mei 2023, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Saudi Mediasi Perundingan Gencatan Senjata Doc: AFP/Giuseppe CACACE
Ket. Pesawat Bantuan I Seorang pria memandangi sebuah pesawat yang membawa pasokan bantuan dari Kuwait tengah mendarat di Bandara Port Sudan, pada 5 Mei lalu. Saat ini konflik di Sudan telah berlangsung selama 4 pekan.

KHARTOUM - Baku tembak dan serangan udara kembali terjadi pada Minggu (7/5) di ibu kota Sudan yang telah diguncang oleh pertempuran selama empat pekan meskipun ada upaya gencatan senjata terbaru yang didukung oleh Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS).

Beberapa kesepakatan gencatan senjata telah diumumkan dan dengan cepat dilanggar sejak pertempuran meletus antara tentara dan pasukan paramiliter RSF pada 15 April di negara yang dilanda kemiskinan dengan sejarah panjang ketidakstabilan politik itu.

Pertempuran sengit sejak itu telah menewaskan sedikitnya 700 orang, kebanyakan dari mereka warga sipil, melukai ribuan orang dan mendorong eksodus massal warga Sudan dan asing.

Di Khartoum terpantau jet tempur telah membom posisi musuh saat penduduk yang ketakutan tetap terkurung di dalam rumah di tengah kekurangan air, makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya.

Sementara itu si seberang Laut Merah, di Kota Jeddah, Arab Saudi, pembicaraan sedang berlangsung untuk mencapai gencatan senjata yang dapat membantu upaya untuk membawa bantuan kemanusiaan kepada penduduk yang terkepung.

Para jenderal yang memimpin pihak yang bertikai, saling menyalahkan atas kekerasan itu, tetapi tidak banyak bicara tentang pembicaraan yang diadakan di Jeddah sejak Sabtu (6/5).

"Pembicaraan itu membahas bagaimana gencatan senjata dapat diterapkan dengan benar untuk melayani pihak kemanusiaan," ucap juru bicara militer Sudan, Brigjen Nabil Abdalla.

Sedangkan pihak Riyad dan Washington DC telah mendukung pembicaraan pranegosiasi ini dan mendesak pihak yang bertikai untuk terlibat secara aktif.

Menurut peneliti Sudan di Universitas Gothenburg, Swedia. Aly Verjee, agar perundingan ini bermakna, setiap deklarasi gencatan senjata baru akan membutuhkan proses yang kredibel untuk memantau dan memverifikasi ketidakpatuhan gencatan senjata, dan konsekuensi yang disepakati bersama jika terjadi pelanggaran gencatan senjata.

Sedangkan menurut Andreas Krieg dari King's College London mengatakan bahwa pertempuran Khartoum dengan cepat berkembang menjadi perang gesekan dimana kedua belah pihak memiliki kemampuan dan kapasitas yang sama.

Tantangan Limpahan

Baik tentara maupun RSF telah berusaha menampilkan diri mereka sebagai pelindung nilai-nilai demokrasi, meskipun telah bersama-sama melancarkan kudeta terbaru Sudan pada tahun 2021.

Jenderal Burhan dan Jenderal Daglo yang memimpin RSF, bersama-sama menggulingkan otokrat lama Sudan, Omar al-Bashir, dalam kudeta pada tahun 2019, menyusul terjadinya aksi protes massa prodemokrasi.

Administrasi militer-sipil seharusnya mengarahkan Sudan pasca-Bashir menuju demokrasi, tetapi para jenderal meluncurkan kudeta lain pada tahun 2021 untuk mengambil alih kekuasaan penuh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...

Gawat, Warga Jakarta Terlalu Banyak Lemak

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Gawat, Warga Jakarta Terlal...
Advertisement
Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

07 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.