Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BTNGR Ajak TO dan Porter Musyawarah Selesaikan Masalah Upah

📅 Senin, 08 Mei 2023, 18:20 WIB | Oleh:
BTNGR Ajak TO dan Porter Musyawarah Selesaikan Masalah Upah Doc: ANTARA/HO-Ris
Ket. Sejumlah wisatawan berkemah di kaki Gunung Rinjani di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

MATARAM -- Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Nusa Tenggara Barat, mengajak pengusaha trekking organizer(TO) dan pramubarang (porter) duduk bersama bermusyawarah untuk menyelesaikan persoalan upah.

"Pemerintah itu tidak boleh terlalu masuk, hanya bisa memberikan saran dulu. Jadi memang harus saling pengertian dan saran saya diselesaikan secara internal dulu," kata Kepala BTNGR, Dedy Asriady, di Mataram, Minggu.

Ia mengatakan pihak yang menuntut kenaikan upah adalah porter yang ada di jalur pendakian Senaru, Kabupaten Lombok Utara. Tuntutan tersebut diarahkan ke pihak TO yang mempekerjakan para porter untuk mengangkut barang milik wisatawan yang melakukan pendakian Gunung Rinjani.

Tuntutan tersebut dilakukan karena ada perbedaan upah dibandingkan dengan porter di jalur pendakian Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Menurut Dedy, upah porter di Senaru, yang mencapai nominal Rp200 ribu per hari sudah tergolong di atas upah minimum regional (UMR) atau upah minimum provinsi (UMP) jika diakumulasikan dalam satu bulan bekerja. Saat ini, UMP NTB sebesar Rp2,3 juta.

"Ini sebenarnya sudah di atas UMP dan UMR, yakni sebesar Rp200 ribu per hari. Seandainya di bawah itu, pemerintah boleh masuk untuk ikut menyelesaikan persoalan," ujarnya.

Meskipun demikian, ia juga mendorong agar ada kesamaan upah antara porter yang ada di Sembalun dengan di Senaru. Sebab, porter dari Senaru juga terkadang melakukan pendakian bersama tamunya melalui jalur pendakian Sembalun.

"Memang perlu berdiskusi bareng porter Senaru-Sembalun dengan TO. Termasuk juga di jalur pendakian lainnya, yakni Timbanuh, Tete Baru, Torean, dan Aik Berik. Ini kan suka main dusun-dusun, bukan waktunya untuk begitu sekarang," ucap Dedy.

Menurut dia, semua pihak yang terlibat dalam aktivitas wisata pendakian Gunung Rinjani harus selalu kompak dan menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Sebab, kondisi wisata pendakian di gunung dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut sudah cukup ramai sejak dibuka pada 1 April 2023. Kondisi tersebut tentu memberikan berkah tersendiri bagi TO dan para porter yang merupakan masyarakat lokal.

"Sekarang aktivitas pendakian lagi ramai sekali terutama dari mancanegara. Alhamdulillah kesejahteraan warga lokal yang terlibat akan tambah meningkat kalau wisatawan mancanegara banyak," ucap Dedy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.