Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mispersepsi jadi Faktor Mengapa Pria Lebih Berisiko Terkena Melanoma

📅 Sabtu, 22 Apr 2023, 17:22 WIB | Oleh:
Mispersepsi jadi Faktor Mengapa Pria Lebih Berisiko Terkena Melanoma Doc: National Institute of Health
Ket. Ilustrasi.

Kanker kulitmelanoma disebut akan menyerang lebih banyak pria daripada wanita pada 2023.Data yang diperoleh dari perhitungan Badan Kanker Amerika atau American Cancer Society menerangkan, dari 97.610 kasus kanker melanoma yang bersifat invasif di Amerika Serikat (AS), 58.120 kasus di antaranya menyerang laki-laki. Semenetara sisanya, yakni 39.490 kasus menyerang perempuan.

Tak hanya perihal besaran kasus, korban meninggal akibat kanker kulit yang paling mematikan ini juga didominasi oleh pria. Pada 2023, diprediksi akan ada 7,990 kasus kematian karena melanoma, di mana 5,420 korban merupakan pria dan 2,570 kasus kematian terjadi pada wanita.

Didominasinya kanker melanoma oleh pria sendiri bisa disebabkan oleh beragam faktor. Dalam studi bertajuk "Gender and skin cancer linked", dijelaskan bahwa pria berisiko lebih besar untuk terserang kanker kulit karena kulit mereka tidak mempertahankan antioksidan layaknya kulit wanita. Sementara itu, studi lain berpendapat bahwa kadar estrogen wanita yang lebih tinggi justru menawarkan perlindungan terhadap kulit.

Menurut dokter kulit sekaligus profesor dermatologi klinis di New York University, Jeremy Brauer, kanker melanoma yang lebih banyak menyerang pria bisa disebabkan adanya kesalahan persepsi tentang dampak sinar matahari dan kanker kulit. Sebuah survei yang termuat dalam studi "The Context of Sunburn Among U.S. Adults: Common Activities and Sun Protection Behaviors", ditemukan bahwa pria cenderung kurang mengetahui tentang risiko kanker kulit daripada wanita dan akibatnya cenderung tidak menggunakan tabir surya atau sunscreen.

Dawn M. Holman, ilmuwan perilaku di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang telah mempelajari penggunaan tabir surya di Amerika Serikat, mengatakan lebih sedikit pria yang menggunakan sunscreen ketika keluar rumah. Bahkan lebih 40 persen pria mengatakan mereka tidak pernah menggunakan sunscreen ketika beraktivitas di bawah sinar matahari. Menurut Holman, kondisi ini terjadi karena banyak pria yang mengasosiasikan penggunaan sunscreen sebagai hal feminin.

"Sekitar separuh wanita mengatakan bahwa mereka secara teratur menggunakan tabir surya saat menghabiskan waktu di luar rumah pada hari yang cerah, sedangkan hanya sekitar seperempat pria yang mengatakan demikian (...) Beberapa pria mungkin melihat penggunaan tabir surya lebih sebagai perilaku feminin," jelas Holman seperti dikutip dari The Washington Post.

Senada, sebuah survei oleh American Academy of Dermatology tentang paparan sinar matahari dan risiko kanker menunjukkan hal serupa. Responden pria yang terlibat dalam survei tampaknya kurang mengetahui tentang risiko paparan sinar matahari. Banyak pria lebih sering percaya bahwa memiliki kulit kecokelatan dapat melindungi Anda dari sinar matahari. Padahal, semua warna kecoklatan justru bisa menandakan kerusakan akibat sinar matahari pada kulit.

Padahal, sunscreen kian penting untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari atau ultraviolet yang tak nampak oleh mata. Lapisi semua kulit yang tak tertutup pakaian dengan sunscreen, termasuk telinga dan bagian belakang leher Anda. Jangan lupa untuk mengoleskan kembali sunscreen setiap dua jam sekali atau ketika Anda habis berkeringat. Namun, lebih baik untuk menghindari paparan sinar matahari langsung, dengan beraktivitas di tempat teduh, dan menggunakan topi serta kacamata hitam ketika Anda harus keluar rumah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.