• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Transformasi Ekosistem Pem...

Transformasi Ekosistem Pembelajaran Vokasi Berbasis Industri

Jumat, 21 Apr 2023, 17:18 WIB

Hannover, 20 April 2023 - Kolaborasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kompetensi lulusan SMK menjadi salah satu agenda besar dalam transformasi pendidikan vokasi. Hal tersebut mengemuka dalam sesi konferensi di Hannover Messe 2023, Jerman, pada Kamis (20/4), dengan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, tampil sebagai salah satu narasumber.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Kiki mengatakan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membagi transformasi yang berada di bawah payung Merdeka Belajar ini dalam enam kategori. Mulai dari ekosistem, tenaga pendidik, pedagogi, kurikulum, dan sistem evaluasi dalam pembelajaran.

"Jadi yang kita utamakan adalah pendidikan yang berbasis pada siswa, dengan memberikan pendidikan menyenangkan. Ada pula beasiswa mulai dari beasiswa industri, magang, teaching factory di sekolah dan kampus yang "dibangun" dengan industri," ujar Dirjen Kiki pada konferensi bersama dua pembicara lain, yaitu Rudy Salahuddin, Deputi bidang Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM, Kementerian Koordinator bidang Perekonomian; dan Luc Laeveren, Manajer Dukungan Teknis Pra-Penjualan IMEC Belgia, dengan tema Investasi Sumber Daya Manusia untuk Daya Saing Industri, di panggung utama pavilion Indonesia di Hannover Messe.

Kiki mengatakan, ada tiga nilai utama dalam sistem pendidikan vokasi saat ini. Pertama, bagaimana pendidikan vokasi menyiapkan lulusan sekaligus warga negara yang baik. Warga negara yang mencintai tanah airnya. Kedua, adanya peningkatan nilai ekonomi, yaitu bagaimana lulusan SMK bisa tegak lurus dengan kebutuhan industri. Dan yang ketiga adalah nilai sosial, di mana siswa perlu memahami bahwa keberadaan mereka di masyarakat harus membawa manfaat.

Guna mengimplementasikan nilai sistem pendidikan vokasi tersebut, kata Kiki, perlu kolaborasi dari para pemangku kepentingan. Khusus dengan industri, ia menjelaskan bahwa Kemendikbudristek bekerja sama erat lintas kementerian untuk memetakan kebutuhan apa saja yang saat ini dan di masa depan paling banyak dibutuhkan. Peta itulah yang akan menjadi panduan bagi Kemendikbudristek untuk menyusun kebijakan yang berdampak pada SDM seperti apa yang dibutuhkan.

"Kami menyiapkan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri, supaya keterserapan tenaga kerja bisa mencapai level tertinggi," urai Kiki.

Menanggapi penjelasan Kiki, Rudy Salahuddin menyampaikan bahwa implementasi dalam membangun SDM tidaklah instan. Saat ini pemerintah indonesia menyiapkan pasar SDM dengan bantuan sistem informasi. "Jadi kita tahu bidang apa yang memerlukan SDM kritikal, atau lapangan kerja apa yang kita butuhkan 10 tahun ke depan. Ada 30 pekerjaan baru yang harus disiapkan pemerintah untuk mengimbangi teknologi," tuturnya.

Salah satu bidang industri yang saat ini membutuhkan banyak tenaga kerja adalah semikonduktor. Luc Lavaeren mengamini yang disampaikan oleh Dirjen Kiki bahwa kolaborasi adalah kunci sukses dalam kerja sama pemerintah dan industri di bidang pendidikan. Namun demikian, Luc menyebut perlunya kolaborasi lebih dari satu universitas untuk bidang semikonduktor. "Kalau hanya dengan satu perguruan tinggi, tidak akan cukup," tutur Luc.

Kiki menambahkan, Kemendikbudristek membuka peluang untuk kerja sama untuk pelatihan guru vokasi dengan Imec. Pelatihan tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi guru-guru vokasi di Indonesia.

Selain konferensi, di hari yang sama Dirjen Kiki juga berdiskusi dengan Andreas Goche, yang merupakan perwakilan dari kamar dagang Jerman, IHK Trier, untuk membahas peluang kerja sama antara Indonesia dan Jerman. Dalam pertemuan tersebut hadir pula Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha Dunia Industri, Uuf Brajawidagda dan Atase Pendidikan Indonesia Berlin, Ardi Marwan.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Mafani Fidesya

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.