Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harus Gerak Cepat Diatasi, BMKG Deteksi 37 Titik Panas di Kaltim

📅 Jumat, 21 Apr 2023, 00:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harus Gerak Cepat Diatasi, BMKG Deteksi 37 Titik Panas di Kaltim Doc: Antara/HO BMKG Balikpapan
Ket. Informasi sebaran titik panas yang terdeteksi oleh BMKG Balikpapan, Kamis (20/4).

Balikpapan - Harus gerak cepat diatasi. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mendeteksi 37 titik panas tersebar di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sehingga semua pihak diajak saling waspada.

"Sebaran titik panas itu langsung kami informasikan kepada pihak terkait agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut," ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan Diyan Novrida di Balikpapan, Kamis.

Ke-37 titik panas tersebut terpantau hari ini mulai pukul 01.00 hingga pukul 17.00 Wita dan langsung disampaikan ke instansi terkait, terutama ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik di tingkat Provinsi Kaltim maupun kabupaten masing-masing agar segera mendapat penanganan.

Dua hari sebelumnya (Selasa, 18/4), pihaknya juga mendeteksi 15 titik panas yang tersebar pada tiga kabupaten, yakni Kabupaten Kutai Timur ada 2 titik, Kabupaten Kutai Barat ada 8 titik, dan Kabupaten Kutai Kartanegara terdeteksi 5 titik panas.

Sedangkan 37 titik panas yang terdeteksi hari ini berada di titik koordinat berbeda, meskipun ada yang masih dalam satu kabupaten maupun kecamatan yang sama.

Sebanyak 37 titik panas hari ini tersebar di empat kabupaten, yakni di Kutai Barat ada 4 titik, Kutai Kartanegara 2 titik, Kutai Timur 20 titik, dan Kabupaten Berau terdeteksi 11 titik.

Rinciannya adalah 4 titik yang terpantau di Kutai Barat, semuanya berada di Kecamatan Jempang, kemudian 2 titik yang terpantau di Kutai Kartanegara, keduanya berada di Kecamatan Loa Kulu. Semua titik panas tersebut memiliki tingkat kepercayaan menengah.

Sebanyak 20 titik yang terpantau di Kabupaten Kutai Timur, tersebar pada lima kecamatan, yakni 10 titik di Kecamatan Bengalon, 3 titik di Kecamatan Kaubun, 3 titik di Sangatta Utara, Kecamatan Sangkulirang dan Teluk Pandan masing-masing terdeteksi 2 titik.

Ia menjelaskan, sebenarnya bulan ini masih masuk musim hujan, namun memiliki peluang dalam beberapa hari tidak terjadi hujan berturut-turut di sejumlah kawasan, sehingga hal ini berakibat pada biomassa yang kering dan rawan terjadi kebakaran lahan dan hutan (karhutla), maka semua pihak diajak saling menjaga dan waspada.

"Kami mengimbau semua elemen untuk sama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran, seperti tidak bermain api, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak melakukan pembakaran saat mengelola lahan, apalagi jika di kawasan tersebut ada hutan atau lahan yang mudah terbakar," ujar Diyan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.