Kilaunya Meredup, Harga Emas Jatuh Terseret Kecemasan Kenaikan Fed Fund Rate

Kamis, 20 Apr 2023, 14:40 WIB

CHICAGO - Harga emas tergelincir pada akhir perdagangan, Rabu (19/4) waktu Chicago, Amerika Serikat (AS) atau Kamis (20/4) pagi WIB, berbalik melemah dari kenaikan sehari sebelumnya karena dollar AS menguat di tengah kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan terus menaikkan suku bunganya untuk mengendalikan inflasi yang masih tinggi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, merosot 12,40 dollar AS atau 0,61 persen menjadi ditutup pada 2.007,30 dollar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.020,30 dollar AS dan terendah sesi di 1.980,90 dollar AS.

Ket. Foto: Emas batangan terlihat di Pallion di Marrickville, Sydney, Jumat, 14 Oktober 2022. — Sumber: ANTARA/ AAP IMAGE via Reuters Connect/ DAN HIMBREC

Emas berjangka terangkat 12,70 dollar AS atau 0,63 persen menjadi 2.019,70 dollar AS pada Selasa (18/4/2023), setelah jatuh 8,80 dollar AS atau 0,44 persen menjadi 2.007,00 dollar AS pada Senin (17/4/2023), dan anjlok 39,50 dollar AS atau 1,92 persen menjadi 2.015,80 dollar AS pada Jumat (14/4/2023).

Dollar menguat pada Rabu (19/4/2023) terangkat oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, dengan indeks dollar yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,206 persen membuat pasar menjadi lebih skeptis bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga akhir tahun ini.

Emas sempat merosot di bawah level psikologis 2.000 dollar AS dalam perdagangan harian Rabu (19/4/2023) menyusul komentar hawkish dari pejabat Fed tentang perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Komentar hawkish dari pejabat Fed, ditambah dengan beberapa tanda ketahanan ekonomi AS memicu kebangkitan kembali kekhawatiran bahwa suku bunga AS bisa naik lebih dari yang diharapkan.

Ekspektasi pasar adalah bahwa bank sentral AS akan menaikkan Fed Fund Rate (FFR) lagi pada pertemuan Mei, kemungkinan sebesar 25 basis poin, diikuti oleh peluang 19 persen dari langkah serupa pada Juni.

Beige Book yang dirilis oleh Federal Reserve pada Rabu (19/4/2023) menunjukkan ekonomi AS "sedikit berubah" pada akhir Maret dan awal April. Pinjaman dan permintaan pinjaman menurun untuk bisnis dan nasabah, pertumbuhan pekerjaan AS lebih lambat, dan tekanan harga tampaknya melambat, kata Beige Book.

Prospek kenaikan suku bunga menjadi pertanda buruk bagi emas dan logam lainnya, karena meningkatkan biaya peluang kerugian memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. Tetapi logam mulia mendapat keuntungan dari peningkatan permintaan safe haven, di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga akan memukul pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 10,80 sen atau 0,43 persen, menjadi ditutup pada 25,371 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terangkat 8,40 dollar AS atau 0,77 persen, menjadi menetap pada 1.105,70 dollar AS per ounce.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.