Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Depok Bahas 'Pasar Tumpah'

📅 Senin, 17 Apr 2023, 04:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Depok Bahas 'Pasar Tumpah' Doc: ANTARA/Feru Lantara
Ket. Wali Kota Depok Mohammad Idris

DEPOK - Malam takbiran tinggal menghitung hari. Untuk itu, Pemerintah Kota Depok mulai menyiapkan termasuk masalah teknis pelaksanaan pasar tumpah. "Keberadaan pasar tumpah harus diatur agar tidak mengganggu lalu lintas," kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris, Minggu (16/4).

Menurutnya, setidaknya ada 2-3 titik pasar tumpah. Adanya di Jalan Naming D Bothin dan Jalan Raya Kalimulya. Ini harus diatur karena kalau dibiarkan akan menimbulkan sampah di mana-mana. "Kami memiliki sejumlah alasan memperbolehkan pasar tumpah yang biasanya muncul saat malam takbiran," katanya.

Pertama, pemerintah ingin mengajak masyarakat, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan TNI-Polri berkolaborasi untuk menciptakan keuntungan ekonomi. "Dengan berkolaborasi juga ada keuntungan kemeriahannya, dan unsur fun," katanya. Kedua, Depok ingin mendisiplinkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan saat pelaksanaan pasar tumpah.

"Kami akan mendisiplinkan warga terkait sampah. Mereka bisa menjadi orang disiplin," jelas Idris. Pasar tumpah tentu memang ada keuntungan ekonomi di masa Lebaran, tapi jangan sampai sampahnya berserakan.

Pasar tumpah diperkirakan selesai pukul 03.00 WIB. Maka, ada jangka waktu dari pukul 03.00 hingga 05.00 WIB untuk melakukan sweeping sampah, sebelum bersiap salat Idul Fitri. Dengan demikian, petugas kebersihan bisa ikut Idul Fitri. Untuk itu, Idris masih mengkaji teknis dan mekanisme pelaksanaan pasar tumpah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.