Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

13 Ekor Bekantan Dikirim ke Taman Safari Bogor untuk Dikonservasi

📅 Sabtu, 15 Apr 2023, 10:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
13 Ekor Bekantan Dikirim ke Taman Safari Bogor untuk Dikonservasi Doc: ANTARA/Karantina Pertanian Banjarmasin
Ket. Seekor Bekantan sebelum diterbangkan ke Taman Safari Indonesia saat berada di kotak kayu di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (12/4/2023).

BANJARMASIN -Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Balai Karantina Pertanian Banjarmasin Wilayah Kerja Syamsudin Noor mengkarantina 13 ekor Bekantan untuk dikirim ke Taman Safari Indonesia Bogor, Jawa Barat.

"Bekantan adalah satwa yang wajib dilindungi kelestariannya agar tidak punah," ucap Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin Nur Hartanto di Banjarmasin, Jumat (14/4).

Tindakan karantina yang dilakukan di antaranya memeriksa kelengkapan dokumen, surat keterangan sehat hewan dari dokter hewan yang berwenang, surat angkutan tumbuhan dan satwa liar dalam negeri (SATS-DN).

Selanjutnya, kata dia, pengamatan terhadap perilaku Bekantan serta memeriksa kotak kayu agar memenuhi syarat mengangkut hewan tersebut.

"Karantina Pertanian Kota Banjarmasin selalu berkomitmen menjaga sumber daya alam (SDA) hayati dan hewani," kata Nur Hartanto.

Satwa asli Kalimantan tersebut akan dilakukan tindakan konservasi pelestarian di Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Bogor.

Sementara itu, salah satu dokter hewan karantina yang bertugas Lila Widayanti mengatakan Bekantan sudah siap diterbangkan ke daerah tujuan.

"Dokumennya sudah lengkap, kondisi Bekantan juga sehat dan tidak ada ditemukan gejala klinis hama penyakit hewan," tutur Lila.

Bekantan atau hewan yang sering dijuluki Kera Belanda itu memiliki ciri khas hidung besar dan panjang.

Dikatakan pula bahwa Kera Belanda tersebut merupakan satwa yang dilindungi karena populasinya terbilang makin menurun.

Selain itu, lanjut dia, kera belanda juga termasuk jenis hewan pembawa rabies yang diizinkan masuk dan keluar daerah untuk tujuan konservasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.