Indonesia Bidik 13 Potensi Kerja Sama di Hannover Messe 2023
Kamis, 13 Apr 2023, 14:24 WIBJAKARTA - Indonesia akan merebut peluang sebesar-besarnya di Hannover Messe (HM) 2023 yang akan digelar pada tanggal 17-21 April 2023, di Hannover Fairgrounds, Jerman.
Gelaran bergengsi tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia sebagai negara ASEAN pertama yang untuk ketiga kalinya dipercaya sebagai official partner country pada pameran yang diklaim sebagai pameran teknologi industri terbesar di dunia.
Hal ini menunjukkan bahwa posisi Indonesia telah diakui sebagai salah satu kekuatan baru ekonomi dunia dan pemain manufaktur global, tutur Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (Dirjen KPAII) Kementerian Perindustrian Eko S.A. Cahyanto di Jakarta, kemarin.
"Keikutsertaan kita pada ajang HM 2023, terdapat sejumlah perjanjian kerja sama yang akan ditandatangani. Rencananya akan ada 13 potensi kerja sama yang siap dijalin," ujar Eko.
Adapun ke-13 potensi kerja sama tersebut mencakup bidang digitalisasi, pengembangan dan pembangunan industri penyortiran pangan berbasis sensor dan kecerdasan buatan, teknologi pengolahan limbah, energi panel surya, serta investasi di bidang alat kesehatan.
Dirjen KPAII menjelaskan, HM 2023 berperan penting dalam memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama ekonomi Indonesia dengan Jerman dan negara-negara mitra lainnya, tidak hanya terbatas pada perdagangan, investasi dan industri saja, tetapi juga akan menyentuh pada dimensi pembangunan berkelanjutan (sustainability development).
Eko menyampaikan, "Keikutsertaan Indonesia di HM 2023 perlu dimanfaatkan untuk mendorong keterhubungan industri Indonesia dengan jejaring rantai suplai global. Dalam HM 2023, Indonesia bakal menampilkan lebih dari 157 co-exhibitor yang terdiri dari pelaku usaha industri termasuk startup industri, asosiasi, kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, lembaga pendidikan, dan Ibu Kota Negara (IKN) dalam Paviliun Indonesia, bersama dengan pelaksanaan berbagai business summit dan konferensi.
Paviliun Indonesia akan menghadirkan enam tema utama konferensi yang dilaksanakan pada 18-20 April 2023. Keenam tema tersebut meliputi Strengthening Manufacturing Ecosystem by Accelerating Industry 4.0; Investing in The New National Capital City; Investing in The Manufacturing Sector; Electric Vehicle Ecosystem; dan Sustainability and Carbon Neutrality; serta Investing Human Capital for Industrial Competitiveness. Rangkaian konferensi ini menghadirkan narasumber dari kalangan industri serta pejabat pemerintah RI.
Eko optimistis, perhelatan HM 2023 dapat dihadiri lebih banyak pengunjung dan potensial buyers jika dibandingkan dengan HM 2021 yang dilakukan secara digital karena dampak pandemi Covid-19. HM 2021 mampu menggaet 90.000 peserta terdaftar dan sukses menarik perhatian lebih dari 3,5 juta impresi pada laman situs, serta 4,5 juta jangkuan sosial media.
"Sebagai official partner country pada HM 2021, Indonesia mendapatkan detail informasi untuk 1.000 pengunjung yang sebagian besar berasal dari Jerman (37%), Indonesia (27%), Korea Selatan (4%), Jepang (3%), dan sisanya berasal diantaranya dari Tiongkok, AS, Turki, dan India," sebutnya.
Kehadiran Indonesia pada HM 2023 ini akan mengusung tagline Infinite Journey yang bertujuan memperkenalkan kekuatan teknologi, meningkatkan pembangunan berkelanjutan, serta mendukung ekonomi sirkular. Partisipasi Indonesia kali ini juga akan membawa peluang besar dalam membangun national branding sekaligus menunjukkan perkembangan industri nasional dalam menerapkan teknologi industri 4.0," tegas Eko.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Mentan Sebut Kemandirian Pangan Lindungi Rakyat dari Gejolak Global
-
Jaga Mobilitas Penumpang, Pemerintah Operasikan 5 Bandara Alternatif 24 Jam Imbas Erupsi Anak Krakatau
-
Abu Gunung Anak Krakatau Makin Meluas, Kini Terdeteksi di 23 Kecamatan di Kabupaten Serang
-
JICAF 2026 Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Seni Kontemporer Selama Tiga Pekan
-
Menjaga Ekistensi Adat dan Budaya yang Menopang Pariwisata
-
Utusan AS Berunding dengan Zelenskyy
-
Bukan Karena Miskin, Ternyata Ini Penyebab Utama Stunting Anak Melonjak di Sampang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.